Zona Merah Kembali Muncul di Sleman

SLEMAN, SM Network – Hampir dua bulan Kabupaten Sleman bertahan dengan status epidemiologi nihil zona merah Covid-19. Namun sejak 14 Agustus 2020, zona merah kembali muncul di tiga wilayah kecamatan yakni Gamping, Depok, dan Sleman.

Di masing-masing kecamatan itu terdapat satu dusun yang dinyatakan zona merah. Di Kecamatan Gamping, zona risiko tinggi ada di Dusun Patran, Desa Banyuraden. Sedangkan Kecamatan Depok dan Sleman, status zona merah masing-masing berada di Dusun Gempol, Desa Condongcatur, dan Dusun Srimulyo, Desa Trimulyo.

Sementara, 6 kecamatan dinyatakan sebagai zona oranye atau risiko sedang yaitu Godean, Minggir, Mlati, Tempel, Turi, dan Pakem. Adapun 8 kecamatan lainnya berstatus zona kuning atau risiko rendah meliputi Moyudan, Seyegan, Berbah, Kalasan, Prambanan, Ngemplak, Ngaglik, dan Cangkringan. 

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Joko Hastaryo menerangkan, penentuan status epidemiologi didasarkan pada tiga parameter. Selanjutnya ditentukan dengan perhitungan skor. “Jika skornya nol, maka dikategorikan zona hijau. Kalau nilainya 1-2 masuk zona kuning, 3-4 zona oranye, 5-6 zona merah,” katanya saat dihubungi Suara Merdeka, Jumat (21/8).

Joko menambahkan, mulai bulan Juli ada kesepakatan diantara kabupaten dan kota se-DIY terkait penentuan tingkat penularan atau zona epidemiologi di tingkat kecamatan. Disepakati, kabupaten/kota masih tetap mengacu ketentuan dari BNPB dengan 14 parameter. Detailnya, epidemiologi berjumlah 10 parameter, surveilans 2 parameter, dan pelayanan kesehatan 2 parameter.

Sementara itu, data kasus Covid-19 di Sleman per Jumat (21/8) masih ada 46 pasien positif Covid-19 dirawat di rumah sakit, 19 pasien diisolasi di Asrama Haji, dan 61 pasien menjalani isolasi mandiri atau menunggu tuntas isolasi di rumah selama empat hari. Sejak kasus Covid-19 pertama kali ditemukan di Sleman pada pertengahan Maret 2020, sampai saat ini dilaporkan 449 warga terkonfirmasi positif namun 313 orang diantaranya telah dinyatakan sembuh.

Terpisah, Juru Bicara Penanganan Covid-19 Pemda DIY Berty Murtiningsih mengatakan, Dinkes Sleman bersama dengan Fakultas Kedokteran UGM melakukan skrining untuk implementasi rapid test. Sasarannya termasuk masyarakat umum.”Istilahnya skrining masyarakat, dan ini hanya dilaksanakan di Sleman. Dari sekian ratus yang dirapid test, ada yang reaktif kemudian dilakukan swab,” ujarnya.

Amelia Hapsari

5 Komentar

  1. Like!! I blog quite often and I genuinely thank you for your information. The article has truly peaked my interest.

  2. I am regular visitor, how are you everybody? This article posted at this web site is in fact pleasant.

  3. Very good article! We are linking to this particularly great content on our site. Keep up the great writing.

Tinggalkan Balasan