ilustrasi

SM Network – Badan Penerbangan dan Antariksa (NASA) membuka kompetisi desain toilet untuk digunakan astronot di Bulan. Tak tanggung-tanggung hadiah dari kompetisi sebanyak US$35 ribu atau Rp500 juta yang dibagi untuk tiga desain terbaik. Masyarakat diminta mengumpulkan ide-idenya pada 17 Agustus, di mana bertepatan dengan HUT RI ke-75, serta pemenang akan diumumkan akhir September 2020.

Perjalanan ke permukaan Bulan memiliki tantangan tersendiri, bahkan lebih sulit daripada perjalanan ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Dikutip dari situs Independent, Senin, 29 Juni 2020, tantangan termasuk bagaimana cara astronot di Bulan menggunakan toilet karena satelit alami Bumi itu memiliki gravitasi yang lebih sedikit.

NASA meminta masyarakat memberi usul konsep desain toilet praktis yang dapat beroperasi pada gravitasi mikro dan gravitasi Bulan. Sebenarnya sudah ada toilet di ISS tetapi dirancang khusus dengan gaya berat mikro.

Misi Artemis

Hal ini berbeda dengan gravitasi minim di permukaan Bulan. NASA juga ingin ukuran toilet yang lebih kecil dan efisien mengingat mahalnya biaya ruang dan berat di pesawat antariksa yang akan membawa astronot kembali ke Bulan dalam Misi Artemis.

NASA ingin ‘melihat dari sisi lain’, yaitu desain toilet buatan masyarakat di mana adanya pola pikir yang berbeda dari para ilmuwan luar angkasa. “Tantangan ini diharapkan bisa memiliki pendekatan baru dan berbeda untuk masalah penangkapan dan pengumpulan limbah manusia,” demikian keterangan resmi NASA.

Sebelumnya, pada awal tahun ini, Badan Antariksa Eropa atau European Space Agency (ESA) membuka lowongan kerja untuk dikurung di kamar mandi selama lima hari. Meski kerjanya cuma santai-santai, tapi orang yang lolos seleksi tersebut juga dibayar, kok.

Bobot tubuh

Dikutip dari situs Mirror, ESA sedang melakukan uji coba yang melibatkan 20 peserta yang semuanya perempuan. Mereka akan ditempatkan di kamar mandi dalam kondisi kering untuk mempelajari bobot pada tubuh manusia.

“Penelitian ini bisa memberi kita pengetahuan bahwa para relawan akan mengurangi tekanan pada tubuhnya karena posisi mereka akan rata di dalam bak. Suatu kondisi yang sama ketika astronot mengambang di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS),” demikian keterangan resmi Badan Antariksa Eropa atau European Space Agency (ESA).

Walau terdengar mudah dan menarik, namun para ilmuwan ESA memperingatkan bahwa percobaan ini bukan lelucon. Ketua Tim Uji Coba di Badan Antariksa Eropa, Jennifer Ngo-Anh, mengaku banyak masyarakat yang minat menjadi relawan, tetapi sekali lagi, ia mengingatkan bahwa ini bukan pekerjaan main-main.

“Berbaring di tempat bak mandi kelihatannya menyenangkan. Tapi kesenangan itu hanya sementara terutama saat darah diambil dan melibatkan otot. Kami menghormati relawan yang mau mengorbankan kehidupan sehari-harinya untuk kepentingan eksplorasi manusia,” tegas Jennifer.

Kendati demikian, ia belum mengumumkan lebih lanjut soal berapa gaji yang akan diterima relawan atau kapan mereka mulai direkrut oleh Badan Antariksa Eropa.

4 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here