SM/Dananjoyo: Warga melintas di depan mural yang menggambarkan ancaman virus Covid19 di Pasar Serangan, Yogyakarta, Rabu (30/12).

JOGJAKARTA, SM Network – Yogyakarta menjadi salah satu provinsi yang menyumbang jumlah kasus positif tertinggi pada pekan terakhir Desember 2020.

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mencatat kenaikan kasus positif sebesar 2,8 persen di tingkat nasional dibandingkan pekan lalu.

Berdasarkan catatan Satgas, kenaikan kasus positif tertinggi disumbangkan oleh lima provinsi, yaitu DKI Jakarta, Jawa Tengah, Sulawesi Tengah, Yogyakarta, dan Kalimantan Tengah.

Jakarta mencatat kenaikan dari 10.611 menjadi 12.812 kasus, Jawa Tengah meningkat 5.014 menjadi 6.262 orang, dan Sulawesi Selatan melonjak dari 2.565 menjadi 3.362 orang. Yogyakarta melesat dari 1.350 menjadi 1.613, serta Kalimantan Tengah naik dari 677 menjadi 822.

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Pemerintah untuk Satgas Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito.

Ada beberapa provinsi yang menjadi perhatian pemerintah pusat. “Seperti Jakarta yang berada di lima besar provinsi dengan kasus tertinggi dalam dua pekan berturut-turut. Kemudian Yogyakarta, Kalimantan Tengah, dan Jawa Tengah yang pada minggu lalu tidak masuk tetapi minggu ini menunjukkan kenaikkan kasus yang signifikan,” terangnya.

Dia pun meminta pemerintah daerah dan masyarakat bekerja sama menjalankan protokol kesehatan dengan disiplin.

Sementara itu, kasus Covid-19 di DIY pada hari Selasa (29/12) naik 282 kasus. Sehingga total kasus Covid-19 di DIY mencapai 11.602 kasus.

“Hasil pemeriksaan laboratorium dan terkonfirmasi positif pada hari ini tanggal 29 Desember 2020 terdapat tambahan 282 kasus positif, sehingga total kasus positif covid 19 di DIY menjadi sebanyak 11.602 kasus,” kata Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19 Berty Murtiningsih.

Lanjutnya, saat ini, kasus aktif mencapai 3.884, baik pasien dirawat di rumah sakit, di sarana isolasi terpadu maupun isolasi mandiri.

“Laporan jumlah kasus meninggal sebanyak 10, sehingga total kasus meninggal sebanyak 249 kasus,” tambah Berty.

Dalam Sepuluh hari terakhir, Yogyakarta mencatatkan 67 orang meninggal karena Covid-19. Sementara dari 64 critical bed di rumah sakit rujukan, 50 diantaranya telah terpakai. Sedangkan non-critical bed terisi 500 pasien, dari jumlah 577 yang disediakan.