Wonosobo Punya Pengrajin Tali Kapal Berbahan Goni Bekas

WONOSOBO, SM Network – Siapa yang menyangka di Kabupaten yang memiliki letak geografis pegunungan dan jauh dari lautan lepas ada perajin tali goni untuk menambal kapal tongkang. Zulkifli namanya, warga Desa Kedalon Dusun Sigug Kecamatan Kalikajar Wonosobo ini membuat tali dari bahan karung goni bekas untuk bahan penambal kapal tongkang yang alami kebocoran.

Dengan menggunakan alat sederhana seperti roda yang diputar, tiga laki-laki warga desa yang dipekerjakan Zulkifli terlihat sangat terampil menyelesaikan tali setengah jadi yang dibawa para Ibu-ibu warga sekitar. Setiap hari terlihat sebagian warga yang kebanyakan merupakan kaum hawa menggendong puluhan kilo tali setengah jadi yang akan ditimbang dan dijadikan tali oleh ketiga pekerja Zulkifli.

Dengan memberdayakan ratusan warga sekitar, setiap bulan Zulkifli mampu memproduksi hingga 15 ton tali siap pakai yang dikirim ke beberapa kota seperti Jambi, Palembang dan beberapa daerah lain di Indonesia. Zulkifli sengaja mempekerjakan warga sekitar untuk menumbuhkan ekonomi warga. Tak hanya Ibu-ibu muda, bahkan nenek renta yang sudah tidak mampu berjalan bisa ikut membuat tali goni dirumah masing-masing untuk tambahan penghasilan. Bahan yang digunakan juga cukup ramah lingkungan karena menggunakan limbah karung goni yang biasa digunakan pabrikan untuk mengangkut buah coklat.

Berawal dari pengalaman bekerja di pabrik karung goni yang ada di Jakarta, Pria kelahiran Banda Aceh ini sukses menjadi perajin tali karung goni. Harganya pun tak murah, 1 ton tali goni biasa dihargai Rp 18 juta hingga Rp 30 juta tergantung kualitas tali yang dihasilkan.

Menurutnya, usaha ini sangat sedikit pesaingnya. Hanya dirinya dan kakaknya yang berada di Jawa Timur yang memproduksi tali goni untuk penambal kapal ini. Seringkali Zulkifli harus menolak pesanan karena kekurangan bahan dasar.
Kesuksesannya bukan tanpa hambatan, Zulkifli memulainya dengan membuat tali sendiri dan hanya cukup untuk menyambung hidup.

Kekurangan modal menjadi kendala terberat dalam membangun usaha, Zulkifli hanya mampu membeli 20 hingga 30 karung goni saat awal membuat usaha. Pengajuan modal di Bank pun ditolak berkali-kali karena Zulkifli merupakan pendatang di Wonosobo dan belum memiliki jaminan untuk diajukan.

Dengan kerja kerasnya, sekitar 100 lebih warga ia pekerjakan untuk memenuhi pesanan yang seperti tidak ada habisnya. Zulkifli menyebut, kunci kesuksesan seseorang adalah kejujuran dan kedisiplinan yang tinggi. Meski sempat kehabisan modal, seringkali ia dibantu orang berkat modal kejujuran.

Tinggalkan Balasan