Wonosobo Dapat Jatah 2.200 Dosis Vaksin Covid-19

WONOSOBO, SM Network – Vaksin Covid-19 Sinovac mulai didistribusikan ke sejumlah daerah. Koordinator Bidang Data dan Informasi Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Wonosobo, Jaelan Sulat mengatakan, Kabupaten Wonosobo mendapat jatah 2.200 dosis vaksin pada tahap pertama.

Pada tahap pertama, lanjut Jailan, vaksin akan digunakan untuk 1.100 sasaran tenaga kesehatan dan 10 pejabat publik. Terkait kapan datangnya vaksin, pihaknya sampai saat ini belum bisa memastikan hal tersebut. “Pada tahap pertama kita juga berikan vaksin kepada pejabat publik. Itu untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat akan keamanan dan kehalalan Vaksin. Pejabat publik nantinya seperti pimpinan Forkopimda dan ditambah perwakilan pengurus organisasi profesi kesehatan dan pimpinan organisasi kemasyarakatan/keagamaan,” jelasnya saat dihubungi, Kamis (14/1).

Dari 28 fasilitas kesehatan yang ditunjuk sebagai vaksinator, Jailan memastikan telah menyediakan cold chain (rantai dingin) untuk penyimpanan vaksin sesuai standar. Klinik Pratama Polres yang belum memiliki cold chain kini menunggu proses pengadaan dan sementara waktu akan dipinjami terlbih dahulu oleh Dinas Kesehatan Kabupaten.

“Mekanisme distribusi vaksin dari Dinkes Provinsi Jateng, dikirim atau diambil dengan mobil khusus berpendingin dan disimpan di instalasi farmasi Kabupaten. Faskes vaksinator mengambil secara bertahap sesuai jadwal dan sesi imunisasi. Hal itu untuk menjamin rantai dingin vaksin. Cold chain di Dinkes, baik freezer maupun ruang bersuhu dingin (cold room) siap,” ujarnya.

Jailan menambahkan, persiapan terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Wonosobo. Mulai dari pelatihan aplikasi SMILE untuk pelaporan logistik, pelatihan aplikasi P-care untuk pelaporan pelayanan, rakor Satgas penanganan kejadian ikutan pasca imunisasi, dan pelatihan pelatihan safe injection untuk petugas vaksinator.

Dirinya berharap masyarakat tidak terprovokasi oleh informasi-informasi yang tidak bertanggungjawab oleh pihak-pihak yg ingin mengganggu kegiatan vaksinasi. Kemanjuran dan keamanan vaksin Sinovac yg akan digunakan ditahap awal ini telah diuji secara ilmiah di Brazil, Turki, China, dan Indonesia. Untuk itu masyarakat diminta untuk tidak takut divaksin.

“Negara-negara itu telah mengeluarkan ijin penggunaan darurat untuk digunakan, karena tingkat efikasi dan keamanannya sesuai dengan standar WHO. MUI sendiri, yg terlibat sejak proses pra produksi, telah mengeluarkan Fatwa no. 02/2021 yg menyatakan kehalalan dan kesucian vaksin tersebut. Lebih dari itu, vaksinasi Covid-19 adalah harapan umat manusia sedunia untuk mengakhiri pandemi, disamping tetap patuh pada protokol 3M dan upaya 3T (tracing, testing, treatment),” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan