WNA Asal Kanada Dipaksa Karantina


MAGELANG, SM Network – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Magelang memaksa seorang warga negara asing (WNA) yang baru datang dari Bogor dikarantina di RS Budi Rahayu. Meski sempat marah tidak mau dikarantina, akhirnya pria berkebangsaan Kanada itu akhirnya menuruti petugas.

Pria bule itu sempat adu mulut dengan Kapolres Magelang Kota, AKBP Nugroho Ari Setyawan dan Wakil Wali Kota Magelang, Windarti Agustina dan petugas imigrasi setempat saat ditemui di Perumahan Depkes, Kecamatan Magelang Utara, Selasa (12/5).Adu mulut dengan Bahasa Inggris ini sempat direkam oleh warga dan diunggah di media sosial. Terlihat di rekaman, pria itu terlihat duduk sembari memangku bocah kecil di teras rumah. Sementara warga sekitar berkerumun menyaksikan peristiwa itu.

Kapolres Magelang Kota, AKBP Nugroho Ari Setyawan membenarkan kejadian tersebut. Saat ditemui di Pendopo Pengabdian, Rabu (13/5) pagi, Kapolres mengatakan, paristiwa itu terjadi Selasa (12/5) siang. Ketika itu ia menerima laporan dari petugas yang menyebut pria itu ada konflik. “Saya dilapori anggota Polsek Magelang Utara yang kesulitan berkomunikasi ketika membujuk WNA itu untuk dikarantina. WNA ini baru saja datang dari Bogor dan hendak bertemu dengan anak kandungnya di rumah mantan mertuanya di Perumahan Depkes itu,” ujarnya.

Dijelaskannya, bule bernama Craig Athony Baker (53) itu menolak dikarantina karena ingin bersama sang anak yang lama tidak ditemuinya setelah bercerai dengan mantan istrinya, Devi Setiarini. Petugas berkali-kali membujuk namun gagal. “Pas saya datang, pria itu masih marah-marah. Terus saya katakan, saya tidak tahu masalah keluarga Anda, tapi yang jelas sudah meresahkan masyarakat. Jadi, memang ada sengketa keluarga antara Craig dengan mantan mertua dan istrinya itu,” katanya.

Ia kemudian meminta bantuan Wakil Wali Kota Magelang, Windarti Agustina untuk membantu membujuk Craig yang masih bersikeras menolak dan justru membuat gaduh sekitar. Tak lama, Windarti tiba ke lokasi dan segera berdialog dengan Craig yang masih memangku putranya.

“Fokus kita adalah pada anak yang mau dibawa sama Craig. Jangan sampai anak jadi korban, jadi terlantar, apalagi di tengah pandemi Covid-19 ini,” tandas Kapolres. Windarti mengaku, saat itu suasana cukup menegangkan sekaligus haru. Craig marah karena tidak ingin dipisahkan dari anaknya. Menurut Windarti, Craig sempat akan mengambil paksa anaknya dari mertuanya sehingga terjadi kerubutan.

Dengan upaya persuasif, Windarti memberi pengertian bahwa apa yang dilakukan Craig telah meresahkan dan justru membahayakan anaknya. Negoisasi berangsung alot hingga akhirnya Craig bersedia di-rapid test dan karantina dengan syarat harus bersama anaknya.

Windarti juga mempersilakan Craig berkomunikasi dengan mantan istri dan putrinya yang berada di Jakarta menggunakan ponselnya. Akhirnya Craig dan anaknya bersedia diambil darahnya (rapid test) saat itu juga.

“Dia juga mau dikarantina di RSUD Budi Rahayu, tapi syaratnya dia harus bersama sang anak. Kita turuti saja tapi neneknya juga ikut mendampingi selama karantina,” jelasnya.


Asef Amani

Tinggalkan Balasan