Wisatawan Malioboro Capai Ribuan

JOGJAKARTA, SM Network – Kawasan Malioboro setiap harinya bisa mencapai angka ribuan, sampai pada setelah vaksinasi pekerja sektor informal kawasan Malioboro pada bulan Februari-Maret 2021, jumlah pengunjung tetap menembus angka ribuan, yaitu 1.106 orang pada tanggal 10 Maret 2021. Berdasarkan data tersebut, Malioboro menjadi magnet wisatawan juga wajah Kota Yogyakarta.

SM/Dananjoyo : Pengunjung berjalan-jalan di pedestrian Malioboro Yogyakarta, Rabu (24/3).

Pemerintah Kota Yogya kembali menata ulang kawasan wisatanya di mana fokus utama untuk kebangkitan wisata di masa pemulihan sektor ini yakni kawasan Malioboro.

“Kenyamanan pengunjung maupun orang-orang yang berkegiatan di seputaran Malioboro menjadi fokus kami karena itu masih menjadi magnet,” kata Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, kemarin.

Heroe menyebut pengunjung kawasan Malioboro setiap harinya bisa mencapai 2 ribu orang. Angka tersebut di dapat dari hitungan rata-rata pengunjung Malioboro sebelum pandemi.

SM/Dananjoyo : Pengunjung berjalan-jalan di pedestrian Malioboro Yogyakarta, Rabu (24/3).

Namun, menurutnya ada satu hal yang masih membuat pengunjung kurang nyaman di kawasan Malioboro, yakni ketika masih sering ditemui pengunjung yang masih merokok di sembarang tempat area tersebut.

Heroe pun kembali mengajak seluruh komunitas yang ada di Malioboro di masa kebangkitan wisata ini agar membantu dan berpartisipasi untuk menciptakan Malioboro sebagai ruang publik yang bersih, nyaman serta bebas dari polusi.

“Malioboro sebagai ruang publik sekaligus wajah Kota Yogyakarta, harus dijaga bersih, nyaman, serta bebas dari polusi,” tegasnya.

Semetara itu, Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo mengatakan meski sempat porak poranda karena pandemi, namun triwulan ketiga ini sektor pariwisata DIY dipastikan mulai bangkit.

Ia menyebut total 1.670.000 wisatawan datang dan perlahan menumbuhkan ekonomi.

“Aktivitas pariwisata tidak lepas dari kepercayaan diri pengelola destinasi wisata serta kepercayaan wisatawan terhadap penegakan protokol kesehatan DIY,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan