SM/Dananjoyo :Wisatawan menikmati perjalanan wisata sekitar lereng Merapi menggunakan kendaraan jip saat rehat sejenak di Gardu Pandang Merapi, Kaliurang, Pakem, Sleman, DI Yogyakarta, Senin (11/1).

JOGJAKARTA, SM Network – Pemerintah Kabupaten Sleman DI Yogyakarta tidak akan menutup objek-objek tempat wisatanya selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dengan pembatasan ketat pada 11-25 Januari 2021.

Namun selama masa pembatasan itu, petugas gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), polisi dan TNI akan lebih gencar melakukan patroli ke objek wisata untuk memonitor aktivitas kegiatan dalam upaya penegakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

SM/Dananjoyo :Wisatawan menikmati perjalanan wisata sekitar lereng Merapi menggunakan kendaraan jip saat rehat sejenak di Gardu Pandang Merapi, Kaliurang, Pakem, Sleman, DI Yogyakarta, Senin (11/1).\

Hal tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Dinas Pariwisata (Dispar) Nomor 856/029. Dalam SE yang ditandatangani Plt Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Sleman Suci Iriani Sinuraya, tertera bahwa kebijakan
PPKM tersebut dilaksanakan mulai 11–25 Januari 2021.

Beberapa pembatasan yang ditetapkan untuk tempat wisata di antaranya adalah pembatasan jam operasional dan kapasitas maksimal tempat wisata.

Batas maksimal kapasitas wisatawan yang datang ke tempat wisata adalah 50 persen dari kapasitas.

Kepala Satpol PP Kabupaten Sleman Susmiarto, mengungkapkan telah melibatkan personil Kepolisian Negara Republik Indonesia, Tentara Nasional Indonesia untuk membantu dalam melakukan penertiban pelanggaran penerapan disiplin protokol kesehatan selama masa PPKM.

“Guna mengoptimalkan patroli, kita akan bentuk dua shift yang bertugas. Sasaran pemantauan saat PPKM ini memang ke arah objek wisata,” katanya.

SM/Dananjoyo :Wisatawan menikmati perjalanan wisata sekitar lereng Merapi menggunakan kendaraan jip saat rehat sejenak di Gardu Pandang Merapi, Kaliurang, Pakem, Sleman, DI Yogyakarta, Senin (11/1).

Sebelum PPKM, lanjutnya, fokus prokes memantau objek vital seperti perkantoran, pemantauan masa PPKM ini lebih ke arah yang berpotensi menimbulkan kerumunan seperti objek wisata.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo menyebutkan di masa lonjakan Covid-19, pemerintah tidak mematok target kunjungan wisatawan.
“Pemda DIY memang tidak menutup objek wisata saat PPKM ini. Melainkan hanya membatasi kapasitas dan waktu operasionalnya,” sebutnya.

Saat libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 lalu, Dinas Pariwisata DIY mencatat hanya terdapat kunjungan sekitar 237 ribu wisatawan. Jumlah ini turun drastis dibanding periode yang sama tahun lalu di mana DIY mencatatkan kunjungan sekitar 5 juta wisatawan.