Waspadai Pilek Tak Kunjung Reda, Sinusitis Mengintai

INFEKSI sinus atau sinusitis adalah salah satu penyakit yang paling umum di Amerika Serikat. Lebih dari 15 juta kunjungan ke dokter umum disebabkan oleh sinusitis dan menghabiskan biaya sekitar 140 juta dolar hanya untuk pengobatan.

Lalu, apa sebenarnya sinusitis itu? Sinusitis adalah peradangan pada rongga rongga sinus. Rongga sinus sendiri terbagi menjadi empat bagian yaitu frontal (bagian bawah dahi), maxilla (tulang pipi), sphenoid (bagian belakang rongga hidung), dan ethmoid (di antara jembatan hidung dan mata). Keempat rongga tersebut bermuara ke hidung.

“Sinus berperan penting dalam meningkatkan kualitas suara kita (resonansi), karena sinus adalah rongga-rongga di dalam tengkorak yang bermuara di hidung. Selain itu sinus juga berperan dalam meringankan berat kepala kita karena tulang tengkorak menjadi berongga-rongga dan tidak terlalu compact,” jelas Dr Henny, Sp THT dari RS Columbia Asia Semarang.

Penyebab dari sinusitis adalah infeksi (virus, kuman, dan jamur) juga alergi (debu rumah, serbuk sari, udara dingin), atau adanya sumbatan (sekat hidung bengkok dan kerang hidung yang besar).

“Jadi pilek sangat terkait dengan sinusitis. Untuk itu, perlu diwaspadai pilek lebih dari lima hari maka harus segera diobati, jika berlanjut maka akan berpotensi terjadinya sinusitis,” jelasnya.

Sinusitis terdiri dari dua penyebab yaitu, rinogen (sebab hidung), odontogen (sebab gigi). “Sinus maxilla adalah rongga sinus di dalam pipi, sering akar gigi sampai menuju lantainya, sehingga gigi yang busuk dan bernanah hingga sampai ke akarnya, lalu nanah masuk ke saluran rongga sinus dan keluar ke hidung, menyebabkan ingus berbau sehingga berisiko juga menyebabkan infeksi di mata dan bisa juga sampai ke otak,” ungkap Dr Henny.

Ada sebuah proses ajaib di dalam sinus yang disebut “mucocilliar clearance” dengan bantuan dari silia, yang bentuknya sangat kecil seperti rambut. Mukus dan zat yang tertangkap oleh mukus (debu, kuman, virus) bisa didorong ke tenggorokan kemudian masuk ke lambung dan dimatikan oleh asam lambung.

Sinusitis akut gejalanya menonjol, mulai dari sakit kepala hebat, pilek dan demam, nyeri terasa di wajah sekitar hidung. Dr Henny mengimbau, “segeralah berobat akan sembuh segera, bila tidak segera berobat akan menjadi sinusitis kronis.”

Sinusitis kronis memang dimulai dari sinusitis akut yang tidak diobati. Untuk penyembuhan sinusitis kronis kadang obat tidak menyembuhkan, sehingga perlu dioperasi, untuk membersihkan sinus dari lendir pekat dan nanah. Kalau sudah terbentuk polip, operasi dilakukan untuk mengangkat polipnya.

Konka (kerang hidung) yang besar juga bisa menyebabkan terjadinya sinusitis. Konka yang membesar banyak terjadi pada pilek alergi. Pilek alergi bisa menyebabkan munculnya daging tumbuh yang disebut polip. Konka besar dan polip hidung ini juga bisa menjadi penyebab sinusitis.

Pengecilan konka ada dua cara yaitu dengan memotong konka (konkotomi) atau dengan konka reduksi (pengecilan konka). Konka reduksi adalah operasi mengecilkan konka dengan cara ditusuk dengan alat khusus yang disebut Plasma Coblation. Keuntungan operasi dengan alat ini adalah bloodless operation, sangat berbeda dengan operasi konkotomi yang perlu ditampon karena berdarah-darah.

Bagaimana cara mendiagnosa sinusitis? Diagnosa sinusitis ditelaah oleh dokter berdasarkan keluhan di atas dan berdasarkan pemeriksaan fisik. CT-scan sinus diperlukan sebagai pemeriksaan penunjang. Selanjutnya dokter akan memberikan obat yang sesuai dengan penyebab sinusitisnya. Operasi dilakukan pada sinusitis yang kronis, berulang dan tidak ada perbaikan dengan obat.

Lalu, bagaimana cara mengobati sinusitis? Apabila disebabkan oleh alergi maka harus menghindari penyebab alergi. 80 persen pilek alergi di Indonesia adalah menghirup debu rumah (debu di lantai, di meja, atau di sprei).

“Maka orang dengan alergi debu sebaiknya meminta bantuan orang lain untuk membersihkan rumah, jangan bersih bersih sendiri.”

Apabila sekat hidung bengkok maka harus diluruskan. Apabila penyebab sinusitis karena infeksi, maka diberi antibiotik yang sesuai petunjuk dokter. Sementara, jika disebabkan karena alergi, perlu penghentian terhadap alergen dan minum obat anti alergi, supaya pilek meler dan hidung buntunya tidak berkembang menjadi sinusitis.

Sinusitis yang disebabkan sekat hidung yang bengkok perlu operasi hidung untuk meluruskan sekat bengkoknya. Sinusitis yang disebabkan karena gigi perlu penanganan dokter gigi.

Perlu diwaspadai, apabila sinusitis sudah mencapai ke mata, bisa terjadi oftalmitis. Jika infeksi menyebar ke selaput otak, bisa menyebabkan meningitis. Dua hal inilah komplikasi  berbahaya dari sinusitis.

Namun, dikatakan Dr Henny, komplikasi sinusitis yang paling sering dialami pasien apabila infeksi mencapai paru-paru dan telinga. Perlu juga menjadi perhatian, bila sinusitis dengan gejala batuk terus. Kuman dari hidung, bisa masuk ke dalam paru-paru sehingga pasien berpotensi mengalami sinobronkitis. Biasanya sinusitis sangat mudah menyebabkan telinga bindeng, agak budeg dan berdenging.

Jika gejala tidak berkurang setelah pengobatan antibiotik dan pasien masih mengalami dampak dari sinusitis, bedah sinus endoskopik fungsional (BSEF) akan disarankan. BSEF adalah operasi umum untuk sinusitis. Operasi ini sangat efektif dalam menyembuhkan sinusitis.

Ketika operasi, dokter THT akan memasukkan endoskop ke dalam hidung. Endoskop adalah pipa kecil dengan lensa kamera di ujungnya untuk memperbesar tampilan dari dalam hidung. Pengangkatan polip dan pelebaran muara sinus dilakukan dengan bantuan endoscope. Ini adalah operasi alat canggih yang saat ini sudah sangat sering dilakukan di rumah sakit besar di Indonesia.


SM Network

Tinggalkan Balasan