Waspada! Klaster Keluarga Muncul di Sleman

SLEMAN, SM Network – Penambahan kasus harian Covid-19 di Kabupaten Sleman pada Rabu (25/11) menembus rekor. Sebanyak 121 warga dilaporkan positif terpapar Covid-19.

Sebagian besar berasal dari lingkungan sebuah institusi pendidikan di Kecamatan Gamping, dengan jumlah sekitar 70 kasus. Adapun sisanya merupakan hasil tracing. “Ada satu lokasi tempat pendidikan yang menyumbang kasus positif cukup banyak, sampai 70an. Tapi sesuai pesan pengasuh, tidak mau disebutkan nama institusinya,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Joko Hastaryo, kemarin.

Sejauh ini, Dinkes telah melakukan tracing terhadap 90an siswa di lembaga pendidikan tersebut. Sebanyak 78 sampel sudah keluar hasilnya, sedangkan 12 spesimen masih menunggu hasil uji swab.

Dijelaskan Joko, beberapa dari siswa ada yang mengalami anosmia atau kehilangan kemampuan indera penciuman. Sehingga, langsung dilakukan tes swab. “Kasus ini belum kita sebut sebagai klaster karena penularannya baru sampai generasi kedua,” ujar Joko.

Lain halnya dengan temuan di Plosokuning, Minomartani, Ngaglik yang sudah sampai generasi ketiga sehingga dapat disebut klaster. Sampai saat ini tercatat ada 25 warga dusun setempat yang terkonfirmasi positif Covid-19. Kronologi penyebaran kasus di wilayah itu bermula dari salah satu warga yang kerap beraktivitas di luar kota, dan dinyatakan positif.
Setelah dilacak, penularan sudah terjadi di lingkungan keluarga dan warga sekitar. “Kita sebutnya klaster keluarga karena hanya beberapa jamaah masjid yang tertular,” ujar Joko.

Dengan adanya lonjakan kasus, pihaknya akan terus melakukan tracing ketat termasuk menggencarkan sosialisasi 3M yakni memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

Tinggalkan Balasan