Warung Dopokan Dibuka di Gombong, 30 Komunitas Kumpul Bareng

KEBUMEN, SM Network – Sedikitnya 30 komunitas di Kebumen berkumpul di Jalan Yos Sudarso Barat RT 01 / RW 01, Sangkal Putung, Semondo, Gombong, Kamis (18/2). Mereka menyambut suka cita dengan dibukanya Warung Dopokan di tempat tersebut.

Pembukaan ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh penggagas Warung Dopokan, Juen Ronggowarsito. Sepintas, ketika melihat dari depan memang seperti warung pada umumnya. Saat pembukaannya pun dibanjiri ucapan selamat melalui karangan bunga. Tampak pula seperti ada kegiatan grand opening tempat usaha. Apalagi terdapat ruang depan yang menyerupai toko.

Namun jika melewati samping tempat tersebut, memiliki kesan berbeda. Sebab, disediakan lokasi untuk ngobrol di ruang terbuka dekat sawah. Ruang yang tersambung dengan bagian tengah itu juga tak ada kesan seperti warung. Sehingga nyaman sebagai tempat ngobrol.

Tidak hanya itu, disiapkan pula sebagian ruang depan untuk memajang produk dari Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Bagi Juen, dengan dukungan komunitas akan menjadi kekuatan. Awalnya ia mengaku menargetkan lima komunitas yang hadir dalam pembukaan Warung Dopokan. Ternyata mencapai 30 komunitas.

Sebelumnya, Juen bersama rekan-rekannya juga menghimpun berbagai komunitas saat di perantauan dengan nama Kebumen Kompak. Kali ini dengan Warung Dopokan yang disebut Juen sebagai copy paste capaian bersama rekan-rekannnya di perantauan tersebut. Ke depan, Warung Dopokan akan dibuka di Kebumen wilayah Tengah dan Timur. “Di Gombong yang merupakan wilayah Barat ini sebagai embrionya,” terang Juen.

Terpenting baginya, orang mengetahui dasar dan tujuan Warung Dopokan yang bukan hanya berorientasi bisnis semata. Di samping itu tidak menganggap Warung Dopokan miliknya siapa. “Ini miliknya bareng-bareng,” kata Juen sembari menyebut tagline Warung Dopokan “Warunge Bareng-bareng”.

Juen lantas menyebut, orang yang datang di Warung Dopokan pun tidak harus membeli. Di tempat tersebut, mereka bisa membawa makanan minuman sendiri. Bahkan masak di Warung Dopokan. “Kami juga menyediakan Wi-Fi, sound system, listrik, toilet secara gratis dan tempat dopokan yang nyaman,” ucapnya.

Lebih lanjut, siapa saja diperbolehkan mampir sekedar ngobrol atau dopok yang merupakan asal kata dari dopokan itu. Dengan dopokan, jelas Juen, orang yang tadinya tidak mau ngomong menjadi terbuka. Obrolan orang kecil atau rakyat jelata itu pun memiliki nilai yang tidak kalah dengan diskusi. “Atau dari hal kecil bisa menghasilkan sesuatu yang besar,” imbuhnya.

Dari dopokan itu pula bisa muncul ide atau gagasan yang sebelumnya tak terpikirkan. Diharapkan dapat memberi sumbangsih terhadap pembangunan daerah. Mengingat, dopokan merupakan salah satu kearifan lokal yang dimiliki masyarakat Kebumen.

Tinggalkan Balasan