Warga Tionghoa Kebumen Bantu 1.000 APD untuk Tim Medis


KEBUMEN, SM Network – Dukungan terhadap tim medis dalam penanggulangan pandemi Coronavirus (Covid-19) di Kebumen terus berdatangan. Salah satunya datang dari paguyuban warga Tionghoa Kebumen yang  tergabung dalam Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kebumen.

Warga Tionghoa menyerahkan bantuan berupa 1.000 alat pelindung diri (APD) kepada 36 Puskesmas dan empat rumah sakit di Kebumen. Bantuan APD yang sudah dikemas dalam 40 karton tersebut secara simbolis diserahkan oleh Penasehat PSMTI Kebumen Sugeng Budiawan kepada Bupati Kebumen Yazid Mahfudz di Rumah Dinas Bupati Kebumen, Jumat (10/4/2020).

Sugeng Budiawan didampingi sejumlah pengurus PSMTI Kebumen antara lain Santoso Budiawan, Hengki Halim dan Roy Sayoga. Sedangkan Bupati selaku Ketua Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 didampingi pengurus gugus Tugas antara lain Kepala Dinas Kesehatan dr Dwi Budi Satrio, Ketua PMI Kebumen Sabar Irianto, Kabag Ops Polres Kebumen Kompol Cipto Rahayu, dan perwakilan Kodim 0709 Kebumen Kapten Inf Catur.

“Hari ini kami memberikan bantuan berupa 1.000 alat pelindung diri Lengkap dari face shield, atasan dan bawahan yang masing-masing sudah diplot untuk setiap Puskesmas dan rumah sakit yang ada di Kebumen. Kami ingin memberikan dukungan agar para tenaga medis dapat bekerja dengan tenang,” ujar Sugeng Budiawan kepada wartawan di sela-sela penyerahan bantuan.

Pemilik Muncul Group itu menambahkan, selain dari paguyuban warga Tionghoa dia bersama Bupati Kebumen juga sedang melakukan penggalangan APD melalui Grup Sedulur Kebumen. Dia menargetkan akan bisa memberikan bantuan 2.000 APD. Hal ini karena ada beberapa jenis APD yang hanya dapat digunakan sekali saja dan harus dimusnahkan untuk menghindari transmit virus atau bakteri yang menempel pada APD tersebut.

Ikuti Protokol

Bupati Kebumen Yazid Mahfudz mengapresiasi serta memberi penghargaan yang setinggi-tingginya kepada ada warga Tionghoa Kebumen yang telah membantu 1.000 APD lengkap untuk tim medis. Bantuan ini bentuk kepedulian yang luar biasa dari PSMTI dalam membantu pemerintah daerah dan gugus tugas dalam menangani Covid-19.

“Kami berharap bantuan ini dapat melindungi para tenaga medis dalam menjalankan tugasnya sehingga tidak ikut terpapar COVID-19. Kami langsung menyerahkan ke Puskesmas dan rumah sakit yang menerima bantuan,” imbuhnya. Salah satu pengurus PSMTI yang juga aktivis sosial PMI, Orari, BPBD Dani Halim Hidayat menambahkan, hanya melalui kesadaran secara bersama-sama, rantai penyebaran pandemi Covid 19 ini bisa diputus secara bersama dan serentak.  Apabila tidak, maka risiko dan dampak secara kesehatan, politik, ekonomi dan sosial akan semakin kurang baik.

Menurut Halim garda terdepan dalam mengatasi pandemi ini justru adalah seluruh masyarakat Kebumen. Sedangkan tim adalah garda terakhir yang membantu pasien apabila sudah terjangkit.  “Agar Kebumen bisa segera pulih, seluruh masyarakat harus menghormati dan dengan sukarela mengikuti seluruh protokol dan imbauan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah,” ujar Dani Halim Hidayat yang juga tergabung dalam tim Gugus Tugas Covid-19 Kebumen.

Sementara itu, data pantauan Covid-19 Kebumen, saat ini jumlah pasien positif sebanyak tiga orang, dua di antaranya meninggal dunia. Dua orang meninggal dan satu dalam perawatan. Sedangkan pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 32 orang, selesai pengawasan 14 orang dan 17 orang dinyatakan negatif. 

Saat ini masih terdapat 32 orang pasien dalam pengawasan dan satu orang meninggal tanpa hasil laboratorium. Adapun jumlah orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 2.042 orang. Sebanyak 1.180 orang masih dalam proses pemantauan dan 862 orang selesai pemantauan.


Supriyanto/Kim

Tinggalkan Balasan