SM/Raditia Yoni Ariya - DITUTUP: Warga menutup jalan perbatasan antara Lingkungan Maron dengan Maliyan, di Kelurahan Sidorejo Temanggung sebagai upaya lockdown lokal, Minggu (29/3).

TEMANGGUNG, SM Network – Makin mengganasnya persebaran virus korona membuat warga di Kabupaten Temanggung mulai merasa ketakutan, lantas mereka melakukan berbagai upaya untuk menangkalnya.

Salah satunya adalah dengan menerapkan lockdwon ala kampung, yakni dengan menutup akses keluar masuk permukiman dan jalur dijaga ketat oleh warga secara bergantian. Dari pantuan Suara Merdeka di lapangan, sepanjang Sabtu (28/3) hingga Minggu (29/3), sejumlah jalan masuk kampung telah ditutup portal.

Antara lain, di Lingkungan Maron, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Temanggung dan di Perum Candi Asri, Desa Candimulyo, Kecamatan Kedu. Langkah itu ditempuh untuk membatasi keluar masuk warga guna menekan persebaran virus korona.

“Jalan diperbatasan antara kampung Maliyan dan Maron kini telah ditutup, ini untuk mengantisipasi korona biar tidak ada orang lalu lalang apalagi warga luar yang kita tidak kenal. Saat ini kami benar-benar takut dengan persebaran virus yang makin massif, semoga pemerintah segera mengambil langkah tegas, tidak sekadar imbauan-imbauan semata,”ujar Intan (34), salah satu warga Kelurahan Sidorejo, Minggu (29/3).

Hal serupa juga dilakukan oleh warga Perum Candi Asri, Desa Candimulyo, Kecamatan Kedu. Selain menutup sejumlah akses masuk di tiga titik, ada satu titik yang merupakan jalur utama di gapura desa dijaga ketat warga secara bergiliran. Hal itu telah menjadi keputusan yang disebut sebagai pemberlakuan protokol pengamanan antisipasi penyebaran virus korona.

“Terhitung sejak Minggu (29/3), kami melakukan penutupan portal perumahan di bagian belakang yang merupakan akses ke Dusun Ngebel, Kecamatan Kandangan, dan portal samping hingga pemerintah mencabut status darurat COVID-19. Maka di Perum Candi Asri diberlakukan akses satu pintu, dan diberlakukan jam malam di mana mulai pukul 22.00. Lalu lintas manusia kita perketat, baik keluar maupun masuk ke permukiman,”kata Ketua Gugus Penanganan COVID-19 Perum Candi Asri, Abaz Zahrotien.

Warga di perumahan yang terletak di Jalan Raya Temanggung-Kedu-Parakan ini, juga meniadakan segala kegiatan yang melibatkan massa, baik sosial maupun keagamaan. Setiap warga yang baru pulang bebergian dari luar kota, atau luar negeri diwajibkan melapor pada petugas untuk didata.

Di area gapura utama akses masuk satu-satunya ke kompleks perumahan itu disediakan disinfektan drive thru, sehingga warga yang masuk harus disemprot dulu menggunakan disinfektan berbahan aman untuk kulit dan food grade.

“Apabila ada warga yang mengalami sakit dengan gejala mendekati COVID-19 kami minta untuk segera malapor supaya direkomendasikan layanan kesehatan atau rumah sakit. Lalu yang baru pulang dari zona merah atau luar kota juga diharuskan mengkarantina diri selama 14 hari, dan apabila ada warga meninggal dengan gejala mendekati COVID-19 pemakaman diserahkan kepada petugas medis,”terangnya.


Raditia Yoni A/Kim

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here