Warga Lereng Barat Merapi Mulai Mengungsi

SLEMAN, SM Network – Sejumlah warga yang tinggal di sisi barat lereng Merapi memutuskan untuk mengungsi. Evakuasi warga dilakukan sejak Rabu (20/1) malam. Namun sementara ini baru warga Dusun Turgo, Kalurahan Purwobinangun, Kapanewon Pakem yang mengungsi. Hingga saat ini sudah puluhan warga yang menempati barak pengungsian di SD Sanjaya Tritis Turgo.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Makwan mengatakan, warga yang mengungsi merupakan kelompok rentan meliputi lansia dan anak-anak.Mereka memilih untuk mengungsi karena melihat erupsi Merapi sekarang mengarah ke barat daya. Sedangkan dusun mereka termasuk salah satu daerah yang paling dekat dengan puncak Merapi meskipun jaraknya diluar 5 km.

“Data sementara ada 47 orang dari 24 KK yang mengungsi. Mereka berada di barak cuma saat malam hari, siangnya tinggal di rumah,” ujar Makwan, Kamis (21/1).

Terpisah, Panewu Pakem Suyanto mengatakan pihaknya sudah sejak jauh hari menyiapkan fasilitas tempat pengungsian sehingga sewaktu-waktu bisa digunakan. Untuk barak pengungsian milik BPBD ada 4 unit tersebar di Watuadeg, Candibinangun, dan Pandanpuro Hargobinangun. Gedung balai desa di Harjobinangun, dan Pakembinangun juga akan digunakan untuk menampung pengungsi. Ditambah, beberapa rumah penduduk, sekolah, dan RS Ghrasia serta gedung Pusdiklat di Candibinangun.

“Semua sudah dipasang sekat dan dilengkapi sarana penunjang protokol kesehatan lain seperti tempat cuci tangan,” katanya.Di dalam rekontingensi, terdapat tujuh dusun di Pakem yang akan diungsikan apabila Merapi mengalami erupsi.

Tiga dusun berlokasi di Kalurahan Purwobinangun yakni Turgo, Ngepring, dan Kemiri sedangkan empat dusun masuk wilayah Hargobinangun meliputi Boyong, Ngipiksari, Kaliurang Timur, dan Kaliurang Barat. Jumlah penduduknya keseluruhan 6.856 jiwa. Lokasi dusun yang paling dekat dengan puncak Merapi adalah Turgo yang berjarak 6 kilometer. Dusun ini dihuni 492 jiwa.(Amelia Hapsari)

Tinggalkan Balasan