Warga Kedungsari Khawatir Kali Manggis Meluap Lagi

MAGELANG, SM Network – Sebagian warga Kelurahan Kedungsari Kota Magelang masih merasa was-was setelah terjadi banjir pada Rabu (15/1) lalu. Warga khawatir air dari Kali Manggis yang melintas di wilayah ini kembali membludak dan menggenangi jalan perkampungan, bahkan masuk ke dalam rumah.

Seperti dituturkan Heni (40), warga RW 5 Kedungsari yang mengaku cemas apabila air dari Kali Manggis akan meluap lagi jika hujan turun dengan intensitas tinggi. Banjir ini sendiri mengundang keheranannya, karena baru kali ini terjadi banjir akibat air kali yang meluap.“Waktu itu air sempat meluber sampai halaman rumah saya. Padahal, tanggul di sungai sudah cukup tinggi,” ujarnya di rumahnya, Selasa (21/1).

Ia menuturkan, sebagian besar warga merasa heran, karena selama tinggal di kampung ini baru sekarang air dari Kali Manggis sampai meluap. Luapan air sampai masuk ke dalam rumah setinggi mata kaki. “Saya dibuat repot, karena harus menguras air. Padahal, saya harus masak untuk jualan,” kata Kento, tetangga Heni yang menyebutkan air sampai masuk ke area dapur rumahnya.

Meski banjir cepat surut, kata Kento, tidak seharusnya hal seperti terjadi. Ia memperkirakan ada yang tidak beres di kali ini, seperti tingginya lumpur. “Saya sudah lama tidak melihat irigasi ini dikeruk. Mungkin lumpurnya sudah meninggi dan kali makin dangkal,” tuturnya.

Sementara itu, Pemkot Magelang mencatat, selain banjir ada juga akibat lain yang disebabkan hujan deras itu, yakni longsor. Sedikitnya ada lima titik yang terdampak dan tersebar di sejumlah wilayah.

Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito menegaskan, pihaknya sudah berkomunikasi dengan pihak yang berwenang atas peristiwa yang terjadi di Kedungsari tersebut. Ia memperkirakan, air Kali Manggis yang meluap itu disebabkan sedimen sungai yang menumpuk.“Sedimennya harus dilihat, jangan sampai numpuk. Kalau numpuk tidak dibersihkan debit air akan naik. Harapan saya penanggungjawabnya punya kepekaan, sungai lewat di tengah permukiman tapi tidak dipelihara, penduduk sekitar jadi korban,” ungkapnya.


Asef Amani

Tinggalkan Balasan