SM/Amelia Hapsari Warga Joho Tolak Pemasangan Tiang Fiber Optik SLEMAN-Warga Padukuhan Joho, Kalurahan Condongcatur, Depok, Sleman menyatakan menolak pemasangan tiang fiber optik (FO) di wilayahnya. Alasannya karena faktor estetika, dan keselamatan terlebih di lokasi padukuhan itu sudah banyak terpasang tiang FO. Disamping itu, warga khawatir pembangunan tiang dapat meluas sampai jalan perkampungan yang sempit, dan masuk persil halaman warga. Dari pantauan, spanduk penolakan terpampang di sejumlah titik strategis perkampungan Joho. "Sejak tahun 2019, warga padukuhan kami sudah sepakat tidak ada lagi penambahan tiang meskipun itu di jalan kabupaten," kata Dukuh Joho, Retnaningsih saat ditemui, Jumat (12/3). Dia mengakui sebelum menempatkan tiang di Joho, pihak operator bersangkutan sudah melakukan sosialisasi. Namun dalam tiap kesempatan itu warga berulang kali menyampaikan keputusan penolakan. Pada 22 Februari lalu, kata Retna, kendaraan milik operator sempat masuk ke wilayah mereka dan diminta pergi secara baik-baik oleh warga. Tapi selang satu minggu kemudian tepatnya tanggal 1 Maret, petugas operator kembali datang bahkan menggali dua lubang untuk calon lokasi penanaman tiang FO. "Waktu itu kami sempat bersitegang. Hari berikutnya, warga mengadakan rapat musyawarah dan disepakati membuat pernyataan penolakan secara tertulis," jelasnya. Namun realitasnya, tiang FO itu tetap dipasang sebanyak 8 titik di seputaran Pasar Colombo Jalan Kaliurang km 7. Ruas jalan itu diketahui merupakan kewenangan pemerintah provinsi. "Kami tidak minta kompensasi. Intinya adalah warga menolak dan tolong hormati keputusan itu," tukas Retna. Pihaknya justru mengusulkan kepada pemerintah untuk membangun tiang terpadu supaya penempatan FO bisa tertata. Kepala DPUPKP Sleman Taupiq Wahyudi mengatakan, permasalahan ini akan dimusyarahkan lagi bersama tingkat kapanewon. Namun jika dalam musyawarah nanti tidak ada titik temu, pihaknya akan mencabut izin pemasangan tiang FO oleh operator bersangkutan di wilayah tersebut. "Ini jadi bahan evaluasi bagi kami juga dengan adanya usulan warga untuk membangun tiang terpadu yang bisa digunakan oleh beberapa provider," katanya.(Amelia Hapsari)

SLEMAN, SM Network – Warga Padukuhan Joho, Kalurahan Condongcatur, Depok, Sleman menyatakan menolak pemasangan tiang fiber optik (FO) di wilayahnya. Alasannya karena faktor estetika, dan keselamatan terlebih di lokasi padukuhan itu sudah banyak terpasang tiang FO. 

Disamping itu, warga khawatir pembangunan tiang dapat meluas sampai jalan perkampungan yang sempit, dan masuk persil halaman warga. Dari pantauan, spanduk penolakan terpampang di sejumlah titik strategis perkampungan Joho. “Sejak tahun 2019, warga padukuhan kami sudah sepakat tidak ada lagi penambahan tiang meskipun itu di jalan kabupaten,” kata Dukuh Joho, Retnaningsih saat ditemui, Jumat (12/3).

Dia mengakui sebelum menempatkan tiang di Joho, pihak operator bersangkutan sudah melakukan sosialisasi. Namun dalam tiap kesempatan itu warga berulang kali menyampaikan keputusan penolakan.Pada 22 Februari lalu, kata Retna, kendaraan milik operator sempat masuk ke wilayah mereka dan diminta pergi secara baik-baik oleh warga. Tapi selang satu minggu kemudian tepatnya tanggal 1 Maret, petugas operator kembali datang bahkan menggali dua lubang untuk calon lokasi penanaman tiang FO.

“Waktu itu kami sempat bersitegang. Hari berikutnya, warga mengadakan rapat musyawarah dan disepakati membuat pernyataan penolakan secara tertulis,” jelasnya.Namun realitasnya, tiang FO itu tetap dipasang sebanyak 8 titik di seputaran Pasar Colombo Jalan Kaliurang km 7. Ruas jalan itu diketahui merupakan kewenangan pemerintah provinsi.”Kami tidak minta kompensasi. Intinya adalah warga menolak dan tolong hormati keputusan itu,” tukas Retna.

Pihaknya justru mengusulkan kepada pemerintah untuk membangun tiang terpadu supaya penempatan FO bisa tertata. Kepala DPUPKP Sleman Taupiq Wahyudi mengatakan, permasalahan ini akan dimusyarahkan lagi bersama tingkat kapanewon. Namun jika dalam musyawarah nanti tidak ada titik temu, pihaknya akan mencabut izin pemasangan tiang FO oleh operator bersangkutan di wilayah tersebut. “Ini jadi bahan evaluasi bagi kami juga dengan adanya usulan warga untuk membangun tiang terpadu yang bisa digunakan oleh beberapa provider,” katanya.