Warga Binaan Lapas Cebongan Produksi Masker

SLEMAN, SM Network – Di tengah masa pandemi Covid-19, masker menjadi barang yang susah diperoleh. Hal itu tidak menyurutkan semangat warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Sleman atau dikenal dengan sebutan Lapas Cebongan, untuk melawan penyebaran virus corona.

Ketersediaan masker yang serba terbatas justru mendorong ide kreatif mereka untuk memproduksi alat pelindung diri ringan itu. Sejak kurang lebih sepekan terakhir, beberapa orang penghuni lapas membuat masker sendiri dari bahan kain.

“Tapi kegiatan ini masih uji coba karena mesin jahit yang ada di tempat kami, jumlahnya minim,” kata Kepala Lapas Cebongan Gunarto saat dihubungi Suara Merdeka, kemarin.

Sedianya, masker hasil karya para narapidana ini akan digunakan oleh seluruh pegawai lapas, dan warga binaan. Namun lantaran keterbatasan sarana alat jahit, masker buatan mereka sejauh ini hanya diperuntukkan petugas.

Itu pun belum bisa memenuhi kebutuhan seluruh pegawai lapas. Sampai saat ini, produksinya baru di kisaran angka puluhan. Sedangkan, jumlah pegawai mencapai 120-an orang. Belum lagi ditambah warga binaan yang berjumlah 209 orang. Gunarto mengungkapkan, pihaknya kini tengah mengupayakan penambahan sarana mesin jahit.

Diharapkan pula ada bantuan dari pihak lain. Dikatakannya, minat warga binaan mengikuti program pembinaan kerja mandiri semacam ini sebenarnya cukup tinggi. Namun karena sarpras yang minim, tidak bisa semua ter-cover. Contohnya pada bidang ketrampilan jahit ini yang sementara baru bisa diikuti oleh empat narapidana. 

“Seumpama ada tambahan mesin jahit, kami akan menyaring lagi warga binaan yang punya bakat dan minat menjahit. Supaya bisa menjadi bekal ketrampilan bagi mereka setelah keluar dari lapas nanti,” ujarnya.

Terkait penggunaan masker kain, Tim Airbone Diseased RSUP Sardjito, Ika Trisnawati mengatakan, bahan itu cukup efektif untuk mengantisipasi resiko penularan virus corona lewat droplet atau percikan air ludah. Namun, penggunaan masker kain harus dicuci setiap hari.

“Tidak harus masker bedah. Masker kain juga bisa digunakan tapi mesti dicuci tiap hari,” kata dokter spesialis penyakit dalam konsultan paru ini.


Amelia Hapsari

Tinggalkan Balasan