Warga Antusias Manfaatkan Pelayanan Adminduk Daring

MAGELANG, SM Network – Masyarakat cukup antusias memanfaatkan pelayanan pengurusan administrasi kependudukan (adminduk) secara daring. Hal ini imbas dari ditutupnya pelayanan adminduk tatap muka oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) gara-gara pandemi Covid-19.

Kepala Disdukcapil Kota Magelang, Larsita mengatakan, pengunjung di kantor Capil setiap harinya bisa mencapai 100 orang saat sebelum pandemi. Setelah ditutup dan melalui pelayanan daring, pengunjung atau masyarakat yang mengurus adminduk sekitar 30-40 orang per hari.

“Pemohon bermacam-macam, ada yang mengurus kartu keluarga, KTP-El, akta kelahiran, kartu identitas anak, dan surat keterangan pindah warga negara Indonesia (SKPWNI),” ujarnya saat dihubungi, Sabtu (9/5).

Dia menuturkan, beberapa waktu sebelumnya bahkan pihaknya pernah melayani pencatatan perkawinan dengan video conference (vicon). Adapun mempelai tinggal di Jakarta yang tidak bisa mudik akibat terkendala penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). “Karena itu, kita layani via vicon dan berjalan dengan lancar,” katanya.

Dia mengaku, pihaknya berupaya agar pelayanan adminduk secara daring tetap berkualitas. Sejauh ini tidak ada kendala serius. Agar pelayanan tetap prima, pihaknya mengandeng kerjasama dengan pihak lain, salah satunya dengan Kantor Pos.

“Kerjasama ini untuk mengantarkan dokumen kependudukan yang sudah jadi, sehingga masyarakat cukup daftar via online di rumah. Setelah dokumen itu jadi akan diantar petugas Pos ke rumah masing-masing pemohon,” jelasnya.

Pelayanan ini, kata Larsita, untuk mencegah penyebaran Covid-19. Selain itu agar masyarakat tetap menerapkan physical distancing selama masa pandemi Covid-19.

Terkait ongkos kirim (ongkir) dokumen, ditegaskannya, sepenuhnya ditanggung oleh pemohon. Teknisnya menggunakan metode cash on delivery (COD) atau pembayaran pesanan secara tunai pada saat pesanan tiba di tujuan.

“Biaya kirim ditanggung pemohon, karena anggaran kami semua sudah direalokasi untuk penanganan corona. Agar tidak terjadi kesalahpahaman dengan pemohon, kami intensif memberikan sosialisasi. Namun bagi warga yang mengambil di kantor, tetap masih kita layani,” jelasnya.


Asef Amani

Tinggalkan Balasan