Wali Kota Terpilih Jamin Tak Ada Mutasi ASN Secara Radikal

MAGELANG, SM Network – Setelah pelantikan nanti, Wali Kota Magelang terpilih, dr Nur Aziz memastikan tidak akan melakukan mutasi pejabat Aparatur Sipil Negara (ASN) secara radikal, meski pada Pilkada lalu terjadi silang dukungan. Hal ini mengingat perbedaan saat kontestasi politik wajar dan lazim terjadi.

“ASN tak perlu khawatir, semua kembali lagi setelah saat Pilkada lalu yang barangkali berbeda pilihan. Pengabdian ASN itu untuk negara, bukan untuk pribadi atau perorangan,” ujarnya usai penetapan.
Aziz menuturkan, untuk mutasi ASN ada aturan dan mekanismenya. Disebutkannya, dalam UU, yang dijadikan parameter adalah kinerja ASN untuk mengabdikan diri kepada negara.

“Tidak ada aturan kemarin mendukung ini, jadi harus dipindah. Saya tidak akan melakukan perombakan ASN secara radikal. Apalagi di aturan sudah jelas, apa indikator ASN naik pangkat itu,” kata dokter spesialis penyakit dalam itu.

Dia menilai, tak dapat ditampik bila ada perbedaan dukungan ASN saat kontestasi politik lalu. Perbedaan dukungan ini dilihatnya bagian demokrasi dan tidak sepatutnya dicoreng karena politik praktis, seperti mutasi pejabat.

“Saya pastikan tidak ada pergantian. Kota Magelang sudah baik. Tidak serta merta yang kemarin berseberangan terus kita pindah. Kita tidak sepicik itu,” tandasnya.

Aziz mengaku, setelah dilantik nanti, komitmen yang akan ia lakukan adalah merangkul semua pihak. Termasuk ASN, dengan cara tidak memandang latar belakang mereka saat pilkada.

”Peran walikota itu hanya dinamisator dan pendorong supaya masyarakat maju. Jadi strategi kita ke depan merangkul semua, kita ajak diskusi, dan memberi solusi. Seperti kemarin janji kita, membuat pemerintahan yang partisipatif, transparan, sehingga kontribusi masyarakat akan terus bermunculan,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Kampanye Data dan Media Paslon Aman, Marjinugroho mengutarakan, sosok dr Aziz adalah calon pemimpin yang humanis. Ia mengaku sering mendengar desas-desus wacana mutasi pejabat ini dari kalangan ASN. Dia pun ikut menjamin bahwa, perombakan besar-besaran akibat latar belakang politik praktis di masa kepemimpinan dr Aziz, tidak akan pernah terjadi.

“Pak Aziz ini sering saat kampanye, meminta kepada ASN untuk jangan takut dan tidak usah khawatir kalau punya pendapat atau dukungan ke paslon mana. Karena nanti setelah kompetisi kita sama-sama bersatu. Saya yakin, setelah dilantik dan 100 hari kerja dimulai, tidak ada mutasi besar-besaran yang dikhawatirkan itu,” paparnya.

Menurut Marjinu, pernyataan dr Aziz ini sekaligus menepis kekhawatiran ASN, yang takut bakal terdampak perombakan atau mutasi pejabat. Karenanya, dia berharap agar ASN tetap profesional.
“Beliau sangat paham, bagaimana pengangkatan dan pemberhentian pejabat pemerintahan itu karena kinerjanya, bukan karena siapa yang dia dukung,” tegasnya.

Menurut politisi Partai Demokrat itu, lebih baik ASN dan semua abdi negara saat ini fokus untuk membuat tata pemerintahan yang baik dan transparan dari pada memikirkan kekhawatiran soal perombakan itu. Apalagi Kota Magelang saat ini masih dalam suasana pandemi Covid-19.

“Lebih baik tidak usah pikirkan soal mutasi itu. ASN punya standardidasi sendiri kok. Yang terpenting sekarang bagaimana caranya kita menerjemahkan visi misi Pemkot Magelang, dan bangkit dari pandemi Covid-19,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan