SMN/Gading Persada - COVID-19: Direktur Utama Badan Otorita Borobudur Indah Juanita (berkerudung) bersama jajaran menyampaikan keterangan di depan awak media sebelum melakukan penyemprotan cairan disinfektan di kantor BOB, kawasan Kotabaru Kota Jogja.

YOGYAKARTA, SM Network – Badan Otorita Borobudur (BOB) mencatat setidaknya ada 30 ribu pelaku wisata di DIY yang terdampak pandemi Covid-19.
“Itu baru DIY saja lho, belum termasuk yang ada di Jateng sesuai dengan wilayah kerja kami terutama yang berada di kawasan Borobudur Highland,” tutur Direktur Utama (Dirut) Badan Otorita Borobudur Indah Juanita, kemarin.

Menurut Indah, dampak yang dialami pelaku wisata tersebut mulai beraneka ragam seperti banyaknya guide yang tak bisa bekerja atau para pelaku Usaha Kecil, Mikro dan Menengah (UMKM) yang terhenti pendistribusian hasil hasil produksi mereka ke lokasi-lokasi wisata.

“Tak dipungkiri banyak sektor terimbas pandemi ini, sangat terasa memang sektor pariwisata karena dalam kondisi ini banyak lokasi wisata ditutup dan even tertunda atau bahkan dibatalkan,” jelasnya.

Meski begitu, satuan kerja dibawah Kementerian Pariwisata, Ekonomi Kreatif itu tidak berdiam diri. Adapun yang sudah dilakukan BOB dalam masa pandemi ini, seperti berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk memantau kondisi terkait Covid-19. BOB pun membagikan 5.000 masker kain dari pengrajin lokal untuk dibagikan dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19.

Selain itu, BOB juga memasang washtafel dan penampungan air untuk cuci tangan, berbahan gerabah dari pengrajin lokal untuk mencegah penyebaran Covid-19. Serta BOB mendukung program Kemenparekraf pembagian 15.000 paket sembako untuk pelaku wisata terdampak, dan menambahkan lauk siap saji produksi UMKM lokal di dalam paket yang dibagikan.
“Untuk 15 ribu paket sembako ini diberikan pada pelaku wisata di DIY yang terdampak Covid-19. Ada dua tahap pembagian ya,” kata dia.

Sementara itu, Agus Rochyardi selaku Direktur Pemasaran Pariwisata mengakui pihaknya melibatkan UMKM lokal terutama yang terdampak pandemi ini dalam pemenuhan berbagai kebutuhan bantuan seperti masker dan washtafel portabel. Seperti pelibatan 65 pekerja konveksi untuk membuat masker lurik serta pelibatan perajin gerabah di Kasongan Bantul untuk membuat gentong tempat mencuci tangan atau washtafel.


Gading Persada

2 KOMENTAR