Waduh, Berat Badan Kiper PSIM asal Semarang Ini Naik Tiga Kilogram Kala Pandemi

PANDEMI Covid-19 menyebabkan terhentinya kompetisi sepak bola di Tanah Air. Imbasnya, semua pemain harus berlatih secara mandiri untuk menjaga kondisi tubuh. Meski begitu, tetap saja ada yang luput terutama dalam hal menjaga berat badan. Hal inilah yang dialami Ivan Febrianto, kiper PSIM Yogyakarta.

Ya, penjaga gawang asal Kota Semarang ini tak malu dan mengakui kalau berat badannya naik selama pandemi ini. Lantaran porsi latihan berkurang dari yang biasanya dua kali, kini hanya satu kali dalam sehari.

“Sekarang mungkin sedikit naik karena untuk latihan harus menunggu ada komunitas dan tidak bisa rutin dua kali sehari. Sekarang 76 (kg), kalau dulu 73 (kg),” ujar Ivan saat menjadi narasumber dalam acara Nina Nugroho Solution: ‘Apa Kabar Sepak Bola Indonesia’, via live Instagram @ninanugrohostore, Rabu (15/7) petang.

Dia menjelaskan, saat kondisi masih normal, menu latihan yang dijalani bersama tim PSIM di bawah nahkoda pelatih kepala Seto Nurdiyantoro antara lain berupa fisik, gym dan lari santai di pantai. Meski begitu, dia cukup cuek dan sementara, tak terlalu mempersoalkan meski beratnya naik 3 kg dari semula. “Kalau sudah latihan rutin, berat badan akan stabil lagi. Sekarang berhubung pandemi, yang penting pola makan dijaga tiga kali sehari ditambah suplemen,” ungkap dia.

Ivan pun mengaku sering mencari informasi komunitas mana yang akan menggelar latihan, lantas dia ikut bergabung disana. Biasanya, ada tim Pra-PON DIY dan tim Topan Betajaya yang dilatih mantan pemain Timnas Indonesia, Nova Arianto, yang melakukan latihan.
“Nah, di situ banyak pemain liga yang stay di Jogja pada ikut dan saya gabung, yang penting badan bisa berkeringat,” imbuh dia.

Dipandu Nina Septiana, diskusi sepak bola secara virtual ini berjalan komunikatif karena viewer diperbolehkan mengajukan pertanyaan, termasuk sang moderator Nina. Contohnya ketika Nina menanyakan apakah ada latihan bersama tim selama pandemi.
Ivan pun menjawab bahwa seluruh pemain menjalani latihan di rumah masing-masing.

“Misalnya memaksakan latihan (bersama), takutnya dibubarkan Satpol PP atau warga setempat, kan tidak enak. Mungkin nanti menunggu perkembangan dari pemerintah, kapan bisa latihan bersama lagi. Kalau sudah ada prosedurnya, nanti secepatnya akan kumpul lagi bersama tim,” papar dia.

Terkait target tim pada kompetisi Liga 2 musim 2020 yang rencananya digulirkan kembali Oktober mendatang, Ivan berharap skuadnya bisa memberikan yang terbaik. “Kami akan memberikan yang terbaik untuk masyarakat Jogja, syukur-syukur bisa terpeleset ke Liga 1. Musim ini di Liga 1 tak ada degradasi, tapi tim dari Liga 2 ada jatah yang ke Liga 1,” ujar pemain yang sudah lebih tiga musim ini berkostum PSIM.

Nah soal gaji, nasib pemain PSIM sama seperti klub lain di masa pandemi ini. Tak ada klub yang membayar gaji pemain secara utuh. Di Laskar Mataram, gaji pemain tinggal 25 persen. Dia pun berharap tidak ada negosiasi ulang soal bayaran.
“Dengar-dengar ada renegosiasi gaji. Tapi semoga gajinya tetap lah, apalagi selama pandemi gaji tidak full, 25 persen. Keinginan pribadi tidak ada nego ulang, tapi kalau ada saya ikut saja, saya fleksibel,” tandas Ivan.


Gading Persada

Tinggalkan Balasan