SM/Aris Himawan - PANEN : Wakil Bupati Purworejo Hj Yuli Hastuti panen perdana padi di Desa Karangrejo, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo.

PURWOREJO, SM Network – Wakil Bupati Purwprejo Hj Yuli Hastuti melakukan panen perdana padi di Desa Karangrejo, Kecamatan Loano, Rabu (3/3). Acara panen perdana atau dikenal dengan istilah wiwitan ini juga menandai panen padi di seluruh Kabupaten Purworejo.

Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas PPKP Kabupaten Purworejo Wasit Diono, Camat Loano Laksana Sakti, Kepala Desa Karangrejo Fatnani dan Ketua Gapoktan Catur Manunggal Hariyono.

Wakil Bupati dalam sambutanya menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh petani yang ada di Desa Karangrejo serta mengapresiasi karena tanaman padi yang mereka tanam hasilnya cukup bagus dan memuaskan.

“Maturnuwun untuk konco-konco tani semuanya, walaupun terdapat berbagai halangan dan kesulitan, namun tetap kerso menanam padi. Tradisi wiwitan panen ini juga menjadi salah satu wujud rasa syukur kita, ” katanya.

Dijelaskan, lahan persawahan di Kabupaten Purworejo sudah mulai memasuki masa panen pada bulan Maret ini, bahkan ada yang sudah selesai panen.

“Lahan persawahan yang cukup luas di Desa Karangrejo membuat Kelompok Tani Catur Manunggal Karangrejo dituntut untuk aktif, kreatif dan inovatif dalam mengelola pertanian agar mendapatkan kemudahan dari ketersediaan bibit hingga sampai masa panen,” jelasnya.

Lebih lanjut Wabup juga mengapresiasi masyarakat Karangrejo, karena di zaman modern seperti sekarang ini masih tetap konsisten dengan tetap menjaga kearifan lokal dan nguri-uri kebudayaan leluhur yang sudah ada.

Ketua Gapoktan Catur Manunggal Hariyono Bse menjelaskan bahwa luas lahan di Karangrejo kurang lebih 4 hektar dengan hasil panen diperkirakan mencapai kisaran 32 ton.

Berbagai cara telah dilakukan gapoktan untuk mencapai hasil optimal dan memudahkan petani. Diantaranya menginisisasi kebun benih, yang tujuanya agar petani yang akan menanam padi tidak kesulitan untuk mencari benih padi karena benih padi telah tersedia.

“Kita ingin memberikan contoh bagaimana sebenarnya berbudidaya kemudian pola tanam sesuai anjuran pemerintah, maka pada saat masa olah sudah kita lakukan sesuai dengan pola maupun waktu,” ungkapnya.

Sementara Kepala Desa Karangrejo Patnani menjelaskan, bahwa acara wiwitan panen merupakan tradisi peninggalan leluhur yang perlu dijaga. “Kita juga akan berupaya semaksimal mungkin menjaga kualitas dan kuantitas hasil panen, tentu dengan pendampingan dari penyuluh dan itu akan berjalan beriringan dengan kita tetap menjaga tradisi leluhur kita,” katanya.