Wabub Temangggung : Pejabat Mundur Saja Jika Tak Mampu Bekerja

TEMANGGUNG, SM Network – Wakil Bupati Temanggng Heri Ibnu Wibowo meminta kepada para pejabat yang baru saja dilantik baik itu eselon II maupun fungsional untuk langsung tancap gas. Mereka dilarang berleha-leha dan harus segera menyesuaikan dengan tugasnya, sebab jabatan yang di emban adalah amanah. Ditegaskan apabila mereka nanti ternyata tidak mampu bekerja sesuai target maka diminta untuk mundur dari jabatannya.

Hal tersebut dikatan Wabub usai pelantikan para pejabat eselon II dan 33 pejabat fungsional di lingkungan kesehatan dan pendidikan, di tengah ladang tembakau area Embung Bansari. Menurutnya, kerja keras dan kerja cerdas hukumnya wajib bagi pejabat saat ini karena kondisi perekonomian sedang ambruk akibat pandemi Covid-19, maka para pejabat dituntut bekerja lebih kreatif, dan lebih cepat. Rakyat saat ini sangat membutuhkan solusi dari keadaan yang serba tidak menentu.

“Jabatan ini menjadi amanah dan tanggung jawab yang cukup berat di masa pandemi, tidak usah berbangga-bangga dilantik tapi segera jalankan amanah tanggung jawab dengan sebaik-baiknya. Pekerjaan berat butuh ketekunan niat baik untuk menyelesaikan pekerjaan. Saya minta segera bekerja denan sebaik-baiknya, kalau sampai gagal mundur saja,”ujarnya Senin (27/7) sore.

Sementara itu pejabat eselon II yang dilantik, adalah Djoko Prasetyono Staf Ahli Bidang Pemerintah, Hukum dan Lingkungan Hidup, Tri Raharjo Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan, SDM, Pendidikan dan Kebudayaan. Tri Winarno menjabat sebagai Kepala BPPKAD, Joko Budi Nuryanto menjabat sebagai Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, serta Sri Haryanto menjabat sebagai Kepala Disperindagkop dan UMKM.

Pada kesempatan itu Wabub secara blak-blakan meminta kepada Kepala Badan Pendapatan Pengelolaan, Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD), Tri Winarno agar mempertahankan penilaian wajar tanpa pengecualian (WTP) dari BPK RI. Kepada Kepala Disperindagkop dan UMKM Sri Haryanto juga ditekankan untuk bisa mengatasi penataan pasar, bagaimana menata PKL dan lain sebagainya.

“Untuk Staf ahli juga jangan hanya memberikan saran di belakang meja saja, tapi harus paham benar kondisi masyarakat di lapangan, maka harus terjun ke lapangan. Berikan saran kepada pimpinan sebaik-baiknya sehingga nanti bisa membuat keputusan yang benar-benar bisa bermanfaat untuk masyarakat,”pintanya.


Raditia Yoni Ariya – K41

Tinggalkan Balasan