Vaksinasi Tahap Kedua Sasar 30.000 Orang

WONOSOBO, SM Network – Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo tengah mmpersiapkan vaksinasi tahap kedua, setelah tahap pertama untuk kalangan tenaga kesehatan hampir tuntas.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Wonosobo,Jaelan Sulat megatakan, sasaran vaksinasi tahap kedua bisa mencapai 25.000 hingga 30.000 orang, puluhan kali lipat dibanding sasaran pada tahap pertama yang hanya 2.594 Nakes.

“Untuk tahap pertama dosis kedua sudah kita mulai, dengan penerima vaksinasi adalah para pemegang e-tiket dosis pertama seperti Komandan Kodim, Ketua DPRD, Kasat Intel Polres, Ketua PD Muhamadiyah, Ketua IDI dan Ketua PPNI serta 1.987 Nakes,” tutur Jaelan, saat dihubungi, Selasa (9/2).

Jumlah tenaga kesehatan yang menjalani vaksinasi dosis kedua diakui Jaelan tidak sesuai target awal karena ada 179 orang yang ditunda lantaran sejumlah syarat belum terpenuhi, kemudian 182 orang tidak memenuhi persyaratan, dan 31 orang tidak hadir karena sudah keluar dari tempat kerja atau menerima vaksin dari tempat kerja lainnya.

Capaian vaksinasi yang menyentuh angka 76, persen disebut Jaelan layak disyukuri lantaran sempat ada isu yang berhembus akan ada penolakan dari para tenaga kesehatan, namun pada akhirnya tidak terbukti.

“Untuk tenaga kesehatan yang belum divaksin pada tahap pertama akan masuk prioritas jadwal vaksinasi tahap kedua bersama kalangan Guru, aparat TNI-Polri, jajaran DPRD, Pejabat Daerah, ASN, Tokoh Agama, BUMN, BUMD, Satpol PP, Kepala Desa/Kelurahan dengan perangkat, pedagang pasar, petugas pariwisata, Organda, hingga para ojek/taksi online, sesuai ketentuan yang termaktub dalam surat Sekjen Kemenkes RI No. 384/2021 tanggal 5 Februari 2021” bebernya.

Demi tercapainya target vaksinasi tahap kedua tersebut, Jaelan mengakui pihaknya tengah bekerja keras dalam hal penyiapan sarana dan prasarana, termasuk penambahan fasilitas kesehatan dan petugas vaksinator.

“Kami tengah upayakan pendataan secara akurat target sasaran vaksinasi, serta persiapan lain misalnya terkait dengan penambahan faskes vaksinator dan mobilisasi nakes di klinik-klinik pratama dan praktik mandiri, juga terus kita rampungkan,” tandasnya.

Jalean mengaku tidak ingin kehilangan peluang untuk segera mengakhiri pandemi di Kabupaten Wonosobo. Kelancaran program vaksinasi ditegaskannya bakal menjadi salah satu kunci utama dalam menghentikan penyebaran Covid-19 yang kini telah menyebabkan infeksi pada 4.824 orang di Kabupaten Wonosobo.

“Perkembangan terkini penanganan kasus di Kabupaten Wonosobo, 4.334 orang telah dinyatakan sembuh, 223 masih menjalani perawatan di Rumah Sakit, Gedung Isolasi komunal, maupun Isolasi mandiri, dan sebanyak 267 dinyatakan meninggal dunia,” tutup Jaelan.

Tinggalkan Balasan