Vaksinasi di Kebumen, 10 Pejabat Jadi Peserta Pertama

KEBUMEN, SM Network –  Pemkab Kebumen telah menerima vaksin jenis Sinovac untuk pelaksanaan vaksinasi, Minggu (24/1).  Adapun jumlah dosis yang diterima dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah sebanyak 12.800 dosis. 

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Kebumen Kusbiantoro mengatakan, pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Kebumen dimulai Senin (25/1) ini sekitar pukul 08; 00 wib pagi. Adapun rencananya, vaksin menyasar 10 pejabat dan tokoh di Kebumen yang memenuhi syarat. 

“Progam vaksinasi ini akan dilaksanakan mulai besok pagi pukul 08.00 wib (hari ini) di RSUD dr Soedirman Kebumen,” kata Kusbiyantoro. Lebih lanjut Kusbiantoro menjelaskan, vaksinasi covid-19 dilaksanakan secara bertahap dengan diawali pencanangan dan kepada 10 tokoh utama. Kemudian disusul pemberian untuk para tenaga kesehatan (nakes). Nakes di sini sudah terekam pada Sistem Informasi Sumber Daya Manusia Kesehatan (SI-SDMK).

“Persiapan sudah. Calon penerima vaksin juga telah diberikan surat undangan, Peserta pertama 10 pejabat utama Kebumen, setelah itu nakes ” jelasnya.

Tempat Penyimpanan

Berdasarkan data Pemkab Kebumen, 10 orang pertama penerima vaksin dalam proses pencanangan vaksinasi yaitu Wakil Bupati Arif Sugiyanto, Sekretaris Daerah Ahmad Ujang Sugiono, Ketua DPRD Sarimun, Kepala Kejari Slamet Riyanto. 

Kemudian Kapolres AKBP Piter Yanottama, Dandim Letkol Kav MS Prawira Negara Matondang, Ketua Pengadilan Negeri Sapto Supriyono. Kemudian Kepala Kantor Kemenag Kebumen H Panut, Ketua MUI Kebumen KH Nur Sodik, dan Pimpinan Gereja Katolik Kebumen.

Wakil Bupati Kebumen Arif Sugiyanto mengatakan untuk melaksanakan vaksinasi, Pemkab telah menyiapkan  tempat penyimpanan di masing masing Puskesmas. Selain itu Pasokan listrik, terutama bila terjadi pemadaman. Meski begitu apabila ada Puskesmas yang tidak dapat menyimpan vaksin sesuai SOP, maka distribusi vaksin akan dilakukan pada hari H atau pelaksanaan.  

“Untuk pejabat pejabat yang akan di vaksin melakukan rapid anti gen terlebih dahulu guna mengantisipasi adanya OTG,” terangnya.

Tinggalkan Balasan