Usulkan Iuran Bagi PNS dan Pejabat Politik

PURWOREJO, SM Network – Di tengah mewabahnya virus Covid-19, Anggota DPRD Kabupaten Purworejo, Muhammad Abdullah mengusulkan kepada Bupati dan Ketua DPRD untuk melakukan kegiatan amal dengan cara menarik iuran dari ASN/PNS dan Pejabat Politik dilingkungan pemkab.

Gagasan itu disampaikan Muhammad Abdullah, melalui surat terbuka tertanggal 29 Maret, yang ditujukan kepada Bupati dan Ketua DPRD Kabupaten Purworejo. “Melalui surat terbuka ini, izinkan sedikit saya berbagi, meski mungkin masalah ini sudah sama-sama ketahui. Hampir setiap hari melihat sebagian warga yang masih melakukan aktivitas harian tanpa takut wabah korona,” ucap Muhammad Abdullah dalam surat tersebut.

Menurutnya, masyarakat kelas menengah kebawah, seperti para buruh, pedagang kecil, petani, ojol, dan lain-lain, memiliki ketakutan yang sama akan wabah Covid-19. Namun demikian, himpitan ekonomi memaksa mereka untuk tetap bekerja meski harus bertaruh nyawa.

“Mereka punya prinsip ‘ora obah ora mamah.’ Tidak bergerak, tidak akan makan. Mereka sebenarnya paham anjuran pemerintah, untuk tetap tinggal di rumah, tetapi mereka lebih yakin, dengan hanya tinggal di rumah, bisa-bisa keluarganya menderita kelaparan,” ujarnya.

Atas dasar itu, Muhammad Abdullah mengeluarkan gagasan amal yang hasilnya dapat digunakan untuk mensubsidi masyarakat ekonomi lemah, selama masa karantina covid-19. Ia bahkan telah menghitung, dana yang berpotensi terkumpul dapat mencapai Rp 8 Miliar.

“Pegawai negeri di lingkungan Kabupaten Purworejo berjumlah 7.913 orang dan Anggota DPRD 45 orang. Seandainya bapak (Bupati dan Ketua DPRD) mau mengajak dan memberi contoh kepada mereka untuk peduli dengan menyumbangkan sebagian gajinya, katakanlah rata-rata 1 juta rupiah/orang maka akan terkumpul sekitar 8 Miliar Rupiah,” jelasnya.

Kendati demikian, Muhammad Abdullah juga mewanti-wanti kepada siapapun untuk tidak mempolitisir kegiatan amal ini apabila usulanya diterima. “Namun, mohon maaf, jika usulan ini diterima, Tolong jangan ditambahi gambar atau tulisan apapun yang dapat menimbulkan orang akan berpikir bahwa ini untuk melakukan kampanye,” tandasnya.


Heru Prayogo

Tinggalkan Balasan