Usulan Minggu Tenang Covid-19 Belum Dapat Restu Bupati Sleman

SLEMAN, SM Network – Bupati Sleman Sri Purnomo belum memberikan persetujuan atas wacana minggu tenang Covid-19 yang diusulkan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes). Sejak usulan disampaikan kurang lebih dua pekan lalu, sampai saat ini pihaknya masih melakukan kajian.

“Masih kami pelajari. Saya tidak mau terburu-buru memutuskan,” kata Sri saat dikonfirmasi, Sabtu (26/12).

Sebelumnya, Dinkes Sleman mengusulkan penerapan minggu tenang Covid-19 sebagai langkah antisipasi ledakan kasus pasca libur akhir tahun. Jika disetujui, minggu tenang akan mulai tanggal 4 Januari 2021 berupa masa karantina selama 14 hari atau paling tidak 10 hari.

Selama pekan tenang itu, sebagian pekerja kantor kecuali petugas medis menerapkan work from home. Sedangkan kegiatan lain seperti ibadah dan sekolah dilakukan di rumah. Pola itu seperti kembali pada awal masa pandemi Covid-19.
“Kita akan evaluasi hasil dari seluruh kegiatan penanganan Covid-19. Nanti dicari jalan terbaiknya,” ujar Sri.

Untuk program vaksinasi pun, Sri mengatakan belum mengetahui secara persis jatah yang akan diterima. Namun dalam waktu dekat, akan dilakukan koordinasi bersama Satgas Covid-19 Kabupaten untuk membahas distribusi vaksin.
Terpisah, Kepala Dinkes Sleman Joko Hastaryo mengatakan, wacana minggu tenang merupakan hasil kajian internal Dinkes. Untuk implementasinya perlu pembahasan bersama lintas sektor.

“Kami usulkan minggu tenang Covid-19. Jadi setelah libur akhir tahun, mulai tanggal 4 Januari 2021 bagi yang sehat menjalani karantina sedangkan yang sakit diisolasi,” terangnya.

Tinggalkan Balasan