Usia 60 Tahun Lebih, Wali Kota Tak Disuntik Vaksin

MAGELANG, SM Network – Kota Magelang memulai vaksinasi Covid-19, Senin (25/1) dengan ditandai pencanangan oleh Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito di Pendopo RSUD Tidar. Sejumlah pejabat Forkompimda menjadi yang pertama disuntik vaksin.

Di antaranya Wakil Wali Kota Magelang Windarti Agustina, Sekretaris Daerah Joko Budiyono, Kasdim 0705/ Magelang Mayor Inf Sudarno, Ketua Pengadilan Negeri Kota Magelang Sri Harsiwi, Ketua Kejaksaan Negeri Siti Aisyah, dan beberapa pejabat di lingkungan Pemkot Magelang.

Adapun Wali Kota tidak masuk dalam pejabat yang disuntik vaksin, karena usia sudah melebihi 60 tahun. Ketua DPRD Kota Magelang Budi Prayitno dan Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Magelang Taufik Nurbakin juga tidak lolos screening, karena saat diperiksa tekanan darahnya tinggi.

Sebelum disuntik oleh petugas medis, mereka terlebih dahulu harus menjalani pemeriksaan kesehatan awal (screening). Jika sehat dan memenuhi syarat maka mereka langsung divaksin oleh petugas.

Sigit mengatakan, mulai vaksinasi ini dalam rangka menciptakan herd imunity atau kekebalan kolektif. Selain itu memberikan kekebalan tubuh terhadap infeksi Covid-19. Namun, ia mengingatkan vaksin bukan satu-satunya cara untuk mencegah virus tersebut.

“Meski sudah divaksin, protokol kesehatan tetap harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Vaksinasi tidak segala-galanya, ini usaha pemerintah untuk mencegah tapi protokol kesehatan tetap berlaku ketat, jangan lengah,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Magelang, Yis Romadon menjelaskan, tahap pertama Kota Magelang mendapat 7.280 dosis vaksin dari Pemprov Jawa Tengah. Sasarannya bagi 3.630 sumber daya manusia kesehatan (SDMK) dan 10 orang pejabat publik.

Pengambilan vaksin dilakukan sesuai prosedur dengan rantai dingin memakai mobil yang memenuhi standar, mulai Sabtu (23/1). Untuk penyimpanan vaksin di UPT Instalasi Farmasi. Pihaknya memastikan vaksin tersimpan dengan baik di 3 freezer, yang didukung cadangan genset yang memadai.

“Mulai Minggu (24/1), vaksin didistribusikan ke fasilitas kesehatan (faskes) di Kota Magelang dan target hari ini selesai. Pada pencanangan ini, sasaran vaksin adalah tokoh-tokoh publik, dilanjutkan dengan 130 SDMK,” katanya.

Yis menyebutkan, 19 faskes yang melayani vaksin di Kota Magelang, terdiri dari 7 Rumah Sakit, 5 Puskesmas, 6 Klinik, dan 1 Balkesmas. Adapun vaksinator dilakukan nakes yang telah mendapat pelatihan dari Satgas Covid-19 Jawa Tengah. Masing-masing faskes mendapat jatah 4 orang vaksinator.

“Sosialisasi vaksin sudah dilaksanakan secara internal di kalangan nakes di seluruh faskes. Selanjutnya sosialisasi untuk aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat umum,” jelasnya.

Vaksinasi tahap pertama, katanya, dilaksanakan sampai 28 Januari 2021 dengan sasaran utama SDMK. Kemudian petugas pelayan publik dan masyarakat rentan maupun non rentan.

“Setelah divaksin yang bersangkutan kemudian akan dimonitor sekitar 25 menit, untuk melihat efek samping pascavaksin atau KIPI,” imbuhnya.

Tinggalkan Balasan