SM/Agung PW - PIDATO PENGUKUHAN: Enade Perdana Istyastono menyampaikan pidato di depan senat dan juga tamu undangan dalam pengukuhannya sebagai guru besar.

YOGYAKARTA, SM Network – Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta menambah guru besar, Prof apt Enade Perdana Istyastono PhD. Ia merupakan salah satu guru besar dalam bidang yang tergolong langka di Indonesia yakni Ilmu Analisis Farmasi dan Kimia Medisinal.

Sidang Terbuka Senat USD untuk mengukuhkan Enade berlangsung di ruang seminar auditorium, kemarin. Hanya tamu udangan yang diperbolehkan masuk dan tak ada separo yang mengisi ruangan. Ini karena masih dalam suasana pandemi sehingga kampus menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Laki-laki kelahiran Madiun, 6 Agustus 1979 itu tertarik dengan komputasi kimia kemudian fokus ke kimia medisinal karena masa lalu yang unik. Ketika usia SD ia terpesona dengan saudara sepupunya yang bisa memainkan komputer dan program meskipun masih sangat terbatas. Ia sendiri lebih tertarik bermain game yang kemudian secara positif membawanya ke dunia yang jauh lebih bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan terutama bidang yang ditekuninya, farmasi.

”Perjumpaan dan pengalaman masa lalu membentuk paradigma berpikir saya bahwa kimia medisinal komputasi tidak ubahnya memainkan game komputer,” tutur Enade.

Makin Serius

Keseriusannya menggeluti komputasi terus berkembang ketika duduk di bangku SMP, SMA bahkan perguruan tinggi. Program-program awal komputer dipelajarinya sembari tetap memainkan game. Ketika itu, saat SMP, game komputer dapat menginspirasi untuk membuat tugas-tugas sekolah.

Perjumpaan berikutnya yang seakan memberi jalan ke dalam ilmu yang ditekuninya terjadi ketika menempuh pendidikan S1 di UGM dan meneruskan S2 di Vrije Universiteit Amsterdam. Ia terus menekuni kimia medisinal komputasi apalagi selama di Belanda banyak berhubungan dengan pakar-pakar tersebut yang memotivasi dirinya agar terus mengembangkan kemampuan kompetensinya.

Enade menambahkan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi berdampak pada perkembangan kimia medisinal komputasi. Hal-hal yang dulu dipelajarinya boleh dibilang tertinggal karena pesatnya perkembangan teknologi.

”Saya memprediksi dalam waktu dekat simulasi dinamika molekul dengan kombinasi machine learning akan menjadi hal yang rutin dalam drug discovery,” imbuhnya.