Universitas Sanata Dharma Tambah Dua Guru Besar

SLEMAN, SM Network – Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta menambah dua guru besarnya, pagi tadi. Prof. Novita Dewi, M.S., M.A. (Horns.), Ph.D. dan Prof. Enade Perdana Istyastono, Ph.D., Apt melengkapi delapan guru besar yang sudah dimiliki perguruan tinggi swasta terkemuka di Kota Gudeg tersebut.

“Saat ini berarti kami sudah punya 10 guru besar. Sebelumnya sudah guru besar di bidang pendidikan dan teologi lalu ini di bidang sastra tambah lagi Prof Novita Dewi, dan Prof Enade di bidang analisis farmasi,” papar Rektor USD Johannes Eka Priyatma, M.Sc, Ph.D usai acara penyerahan SK Guru Besar dan Izin Pembukaan Program Studi Profesi Insinyur Program Profesi oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V di auditorium kampus setempat, Rabu (22/7).

Mewakili universitas, Rektor USD mengaku turut bangga dengan bertambahnya dua guru besar. Baik Prof. Novita Dewi dan Prof. Enade dinilainya menjadi saksi contoh dan model bagaimana meniti karir sebagai akademisi di Universitas Sanata Dharma. Menurut Eka, semakin banyak guru besar di sebuah perguruan tinggi maka akan semakin kondusif pula perkembangan universitas pada umumnya, atau semakin banyak profesor yang diakui pemerintah itu berarti proses untuk menopang pengembangan ilmu terjadi di kampus.

“Karena untuk jadi profesor itu orang harus meneliti, tuntutannya itu makin banyak dan tinggi. Makin banyak profesor itu pengembangan kontribusi keilmuan bagi universitas. Semakin banyak profesor berarti kiprah universitas bisa semakin leluasa. Seperti Prof Enade itu aktif juga di Badan POM. Lalu Prof Novita banyak aktif dalam penulisan buku-buku sastra. Maka bisa menaikkan reputasi lembaga juga,” paparnya.

Sementara itu Kepala LLDIKTI Wilayah V Prof. Dr. Didi Acjhari, S.E, M.Com, Akt menilai USD merupakan salah satu kampus penyumbang karya-karya besar di LLDIKTI Wilayah V. “Kami terharu mendengarkan cerita-cerita para peraih gelar guru besar. Ini menambah semangat kami untuk memperbaiki prosedur dan tata cara agar lebih cepat,” sambung dia.

Adapun Prof Novita Dewi sukses mendapatkan gelar guru besar selama enam tahun atau sejak pertama pengajuan pada 2014 silam. Adapun Prof Enade mengajukan berkas guru besar pada 2017 lalu. “Terima kasih kepada semua pihak, termasuk 7 guru besar mulai dari UGM, UI, UNY dan Sanata Dharma yang turut membantu saya sebagai reviewer untuk mendapatkan gelar guru besar ini,” tandas Novita Dewi yang asli Wonosobo tersebut.


Gading Persada

Tinggalkan Balasan