Tunggu Juklak, Daop 6 Jogja Segera Luncurkan Kereta Luar Biasa

YOGYAKARTA, SM Network – Perseroan Terbatas (PT) Kereta Api Indonesia Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta bakal segera meluncurkan kereta luar biasa (KLB) sebagai tindak lanjut kebijakan pemerintah membuka kembali transportasi umum di tengah masih berlangsungnya wabah Covid-19.

“Kami masih menunggu juklak (petunjuk pelaksanaan)-nya saja dari kantor pusat KAI,” tutur Manager Humas Daop 6 Jogja, Eko Budiyanto, Minggu (10/5). Menurut Eko, KLB yang nanti akan diluncurkan berbeda dengan kereta reguler yang beroperasi pada umumnya.

Maksudnya adalah pihak KLB hanya dioperasikan dengan jadwal keberangkatan tertentu, kemudian harus memenuhi persyaratan pada protokol pencegahan Covid-19, semisal adanya pembatasan 50 persen penumpang dari kapasitas maksimal rangkaian kereta.

Lalu kebijakan phisycal distancing di setiap gerbong, hingga kewajiban pemakaian masker bagi penumpang selama berada di stasiun dan selama dalam perjalanan. Tak hanya itu, penumpang juga harus dibekali surat sehat dari lembaga kesehatan hingga tujuan penumpang harus sesuai dengan kebijakan yang disyaratkan dalam Surat Edaran (SE) Kementerian Perhubungan tersebut.

“Mereka yang bepergian misalnya harus dengan tujuan untuk penanganan Covid-19. Pokoknya harus sesuai yang disyaratkan pula oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19,” paparnya. Bahkan dalam pengoperasiannya untuk rute ke arah barat seperti Jakarta dan Bandung serta ke timur seperti ke Surabaya, Malang, Banyuwangi, ungkap Eko, pihaknya turut juga memperhatikan pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di setiap daerah tersebut.

“Untuk yang terhubung dengan daerah PSBB jangan sampai melanggar PSBB daerah setempat. Seperti kalau disana ada pembatasan masuk ya kami patuhi. Intinya ketika KLB ini dijalankan jangan sampai bertolak belakang dengan pemberlakukan PSBB,” papar dia.

Lebih lanjut Eko menjelaskan, langkah-langkah persiapan terus dilakukan Daop 6. Seperti bakal disediakannya posko pemeriksaan kesehatan bagi penumpang di setiap stasiun. Bahkan, ungkap Eko, pihaknya juga sudah menggelar simulasi penanganan penumpang yang sakit ketika dalam perjalanan kereta api.

“Ini sebagai antisipasi saja. Maksudnya njagani kalau dalam perjalanan kereta api ada penumpang yang sakit lalu butuh pertolongan maka langkah pertolongannya kami sesuaikan dengan protokol Covid-19 karena kita kan tidak tahu si penumpang itu sakit karena apa,” tuturnya.

Eko menambahkan, dalam setiap rangkaian kereta saat ini sudah dilengkapi Alat Perlindungan Diri (APD) lengkap. Bahkan awak kereta juga sudah dibekali kemampuan penangan korban sesuai protokol kesehatan. “Didalam kereta awak kabin sudah dibekali APD dan kemampuan teknis menolong korban. Sementara di setiap stasiun ada pos kesehatannya juga,” tandas Eko.


Gading Persada

Tinggalkan Balasan