Tujuh Dosen Universitas Sanata Dharma Jogja Antri jadi Guru Besar

SLEMAN, SM Network – Setidaknya 7 tenaga pengajar di Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta mengantri untuk menjadi Guru Besar. Hingga saat ini sudah 10 dosen di perguruan tinggi tersebut yang menyandang predikat Guru Besar. “Dari catatan kami ada 6 sampai 7 dosen di sini yang berstatus sebagai calon Guru Besar. Ya masih mengantrilah untuk resmi menyandang Guru Besar,” papar Rektor Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Johannes Eka Priyatma, M.Sc, Ph.D, baru-baru ini.

Dari sejumlah dosen yang mengantri untuk menjadi Guru Besar merupakan dosen elektronika, matematika, bahasa Inggris dan juga pendidikan bahasa Indonesia. Dimana saat ini paling banyak Guru Besar yakni di bidang pendidikan, sastra dan teologi.
“Kami berharap setidaknya setiap tahun ada satu dosen kami yang jaei Guru Besar,” imbuhnya.

Upaya ke arah tersebut diakui Eka juga terus masif dilakukan pihak universitas. Seperti membangun budaya penelitian di kalangan dosen dimana pihak rektorat mendorong dosen terbebaskan dari kegiatan-kegiatan nonakademik atau yang bersifat administrasi. Sehingga calon Guru Besar tersebut hanya terfokus pada Tri Darma Perguruan Tinggi, terutama darma penelitian dan pengajaran.
“Lalu alokasi anggaran untuk penelitian dan publikasi hasil penilitian juga kami intensifkan,” kata dia.

Meski begitu, Eka tak memungkiri adanya sejumlah kendala yang dialami saat menggenjot jumlah dosen yang akan menjadi Guru Besar.
“Kalau kami lihat kendalanya itu lebih pada prosedur ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam pengajuannya dan ini diakui juga oleh LL DIKTI (Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi). Harapannya ya semakin hari pemerintah makin punya keberdayaan memproses untuk makin cepat dan simpel,” jelasnya.

Terpisah, Kepala LLDIKTI Wilayah V Prof. Dr. Didi Acjhari, S.E, M.Com, Akt mengakui agak berbelitnya pengurusan pengajuan calon Guru Besar di tingkat Kemendikbud. “Saat ini kami masih memperjuangkan beberapa kawan (dosen) yang dapat kendala tidak mulus dalam proses pengusulannya. Meski begitu, kawan-kawan dosen jangan pernah menyerah,” sambung Didi.

Sebelumnya pekan lalu Universitas Sanata Dharma menambah dua Guru Besar. Keduanya yakni Prof. Novita Dewi, M.S., M.A. (Horns.), Ph.D. dan Prof. Enade Perdana Istyastono, Ph.D., Apt melengkapi delapan guru besar yang sudah dimiliki perguruan tinggi swasta terkemuka di Kota Gudeg tersebut.


Gading Persada

Tinggalkan Balasan