Tujuh Asosiasi Simulasikan Pernikahan pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru

MAGELANG, SM Network – Tujuh asosiasi yang tergabung dalam Forum Komunikasi Penyelenggara Pernikahan Magelang (Forkoppam) menghadirkan simulasi pernikahan pada masa adaptasi kebiasaan baru di tengah pandemi Covid-19. Pemkot Magelang pun mengapresiasi jalannya simulasi yang melibatkan 198 vendor, yang menaungi 1.079 orang asisten, kru, dan freelancer itu.

Bertempat di Gedung Wiworo Wiji Pinilih Magelang, Senin-Selasa (27-28/7), simulasi ini bisa menjadi acuan para penyelenggara maupun masyarakat yang hendak mengadakan pesta pernikahan atau sejenisnya. Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito melihat langsung sebagian simulasi ini, Senin (27/7).

“Pemkot apresiasi Forkoppam yang memprakarsai simulasi ini. Kegiatan ini pelopor penyelenggaraan pesta pernikahan di tengah pandemi Covid-19 yang menerapkan protokol kesehatan,” ujarnya di sela-sela kegiatan.

Dalam simulasi ini, seluruh kegiatan didesain dan diatur sedemikian rupa layaknya sebuah pesta pernikahan baik konsep tradisional maupun internasional. Satu per satu tamu yang hadir wajib dicek suhu tubuhnya, kemudian wajib cuci tangan pakai sabun dan memakai handsanitizer.

Selanjutnya petugas mengantarkan tamu ke tempat duduk yang sudah diatur jaraknya. Tamu yang hendak mengucapkan selamat kepada mempelai pengantin pun wajib mengantre sesuai dengan jarak yang telah ditentukan.

Sigit menilai, tidak mudah menyelenggarakan sebuah kegiatan di tengah pandemi ini. Penyelenggara harus teliti, apalagi melibatkan banyak orang dan komunitas.

“Perlu penataan yang rigit, teliti, dan melibatkan banyak orang, komunitas, termasuk budayawan/seniman,” katanya.

Selain wajib menerapkan protokol kesehatan, katanya, penyelenggaraan pesta pernikahan juga disarankan untuk tidak mengundang tamu lebih dari 200 orang. Jadwal kehadiran tamu sebaiknya pula diatur agar tidak terjadi penumpukan yang berpotensi terjadi penularan virus.

“Sebisa mungkin undangan tamu maksimal 150-200 orang saja, itu pun harus diatur waktunya agar tidak menumpuk. Jangan berlebihan karena saat ini kondisinya berbeda, yang penting hikmat dan aman,” tandasnya.

Sementara itu, Koordinator Forkoppam, Dora Lina Bineri mengutarakan, simulasi ini diselenggarakan oleh gabungan 7 asosiasi, yakni Himpunan Rias Pengantin Indonesia (Harpi) Melati, MUA Hunter Kedu, Asosiasi Dekorasi Magelang, Ikatan Pekerja Musik Magelang, Magelang Master of Ceremony, Wedding Documentator Magelang Raya, dan Ikatan Wedding Organizer Magelang.

“Seluruh asosiasi ini melingkupi 198 vendor, yang menaungi asisten, kru dan freelancer sejumlah 1.079 orang,” tuturnya.

Dikatakannya, rangkaian simulasi ini meliputi upacara panggih gaya Surakarta dan resepsi pengantin tradisional dengan konsep duduk, dan hidangan full service. Selanjutnya, simulasi pengantin internasional dengan konsep berdiri (standing party) dan hidangan silver service.

Tujuan simulasi, ungkap Dora, untuk memberikan gambaran kepada masyarakat dan para penyelenggara pernikahan, termasuk calon pengantin, agar dapat menyelenggarakan pesta dengan penerapan protokol kesehatan dan keamanan di masa adaptasi kebiasaan baru.

“Untuk itu kami mohon dukungan pemangku kepentingan dan semua pihak, dengan harapan industri pernikahan di Magelang dapat bangkit dan berjalan,” ungkapnya.


Asef Amani

4 Komentar

  1. Like!! I blog frequently and I really thank you for your content. The article has truly peaked my interest.

  2. I like this website very much, Its a very nice office to read and incur information.

Tinggalkan Balasan