Tugas Berat Perumda Vita Graff Kembalikan Kerugian

MAGELANG, SM Network – Perumda Percetakan Vita Grafika (Vita Graff) memiliki pekerjaan rumah yang cukup berat di tahun 2020 ini. Selain terdampak pandemi Covid-19, juga karena harus berupaya keras agar usaha di bidang percetakaan itu sehat kembali.

Direktur Utama Perumda Percetakaan Vita Graff, Redy Setyawan (44) mengakui pekerjaan yang cukup berat ini. Namun, sejak didapuk memimpin perusahaan ini per 31 Juli 2020 lalu ia optimis mampu mengatasinya.

“Saya masuk ke Perumda ini memang salah satu tugasnya untuk memperbaiki kondisi tersebut. Cukup banyak masalah yang ada, seperti rugi hingga ratusan juta rupiah sampai rendahnya kepercayaan pemerintah,” ujarnya saat ditemui, Rabu (9/9).

Pria yang memiliki latar belakang wirausahawan profesional ini menuturkan, Perumda Vita Graff mengalami kerugian sejak tahun 2018 sekitar Rp 215 juta. Ia pun memiliki tugas berat untuk melunasi hutang tersebut dengan tenggat waktu hingga akhir tahun 2020.

“Sekitar lima bulan ini saya harus melunasi hutang itu ke pemerintah. Berat memang, tapi saya optimis bisa. Tugas lain yang tak kalah berat mengembalikan kepercayaan pemerintah kepada Perumda ini,” katanya.

Kepercayaan yang rendah ini, katanya, disebabkan seringnya kesalahan dan keterlambatan yang terjadi. Hal ini sangat berpengaruh pada kepercayaan konsumen, sehingga pesanan pekerjaan kurang baik.

“Perlahan masalah ini sudah kami selesaikan dengan menerapkan motto nol persen salah dan terlambat. Setidaknya selama satu bulan sejak saya menjabat tidak ada kesalahan dan keterlambatan itu,” tuturnya.

Redy yang memiliki usaha percetakan Permata Mulya itu mengaku, dalam memimpim Perumda ini ia menerapkan laiknya perusahaan swasta yang profesional. Ia pun melakukan gebrakan dengan menerapkan jam kerja laiknya usaha swasta. “Per 1 September, saya menerapkan hari Sabtu tetap buka sama seperti hari Jumat, yakni jam 07.30 sampai 15.00. Jam kerja karyawan kita sesuaikan dengan aturan dari Disnaker, yakni per minggu 42 jam,” jelasnya.

Pengoptimalan hari kerja ini, lanjutnya, sebagai langkah dalam meningkatkan kinerja karyawan dan pelayanan kepada konsumen. Meskipun mayoritas pelanggannya sendiri datang dari institusi pemerintah, seperti dinas atau OPD, tapi pelayanan tetap menjadi yang utama.

“Karyawan saya ada 20 orang yang mayoritas sudah berumur. Infrastruktur mesin cetak juga mayoritas sudah berumur. Tapi, saya masih bisa memaksimalkan SDM dan mesin itu untuk memberikan pelayanan terbaik,” paparnya yang menyebutkan, jumlah mesin ada 7 buah, tapi hanya satu mesin yang bisa dipakai.

Terpisah, Sekda Kota Magelang, Joko Budiyono mengaku memberi dukungan terhadap direktur utama yang baru untuk membenahi BUMD di bidang percetakan itu. Apalagi, dalam upaya mengembalikan kerugian yang sudah diderita selama ini. “Tentu kita berharap Perumda ini tidak rugi lagi. Apa yang sekarang menjadi inovasi berupa jam dan hari pelayanan, kami sambut baik. Terpenting lagi, kembalikan kepercayaan pelanggan,” ungkapnya.


Asef F Amani

2 Komentar

  1. 405743 914825I surely enjoyed the method which you explore your experience and perception of the location of interest 433375

  2. 476545 448374Enjoyed reading this, quite great stuff, appreciate it. 129825

Tinggalkan Balasan