Tim DWS-ACH Laporkan Dugaan Penyalahgunaan Bansos

SLEMAN, SM Network – Tim pemenangan Danang Wicaksana Sulistya-Agus Choliq (DWS-ACH) mengklaim menemukan bukti dugaan penyalahgunaan bantuan sosial Covid-19 untuk kepentingan Pilkada.Juru bicara, Kari Tri Aji mengatakan, peristiwa ini sudah disinyalir sejak dua pekan silam. Namun waktu itu pihaknya masih mengumpulkan data.

“Kemarin ketika Mensos tertangkap KPK, maka kami berikhtiar untuk mengungkapkan kejadian ini,” katanya kepada awak media, Senin (7/12). Dugaan penyalahgunaan bansos ini terjadi pada Minggu (22/11) di salah satu angkringan Dusun Nyamplung, Kalurahan Balecatur, Kapanewon Gamping. ¬†

Bansos berupa paket sembako itu dikemas dalam tas warna merah berlogo Kementerian Sosial, dan dibagikan oleh tim sukses paslon nomer urut 3, Kustini Sri Purnomo-Danang Maharsa. Atas temuan itu, pihaknya telah membuat laporan ke KPK, Polres, dan Bawaslu Sleman.

“Data yang kami sampaikan terverifikasi bahkan foto-fotonya beredar di media sosial,” tandas Aji. Pihaknya juga telah menyiapkan setidaknya orang empat saksi antara lain penerima bansos, dan kurir pensuplai bantuan. Tim advokasi DWS-ACH, Aryadi mengatakan, tindakan semacam itu ditengarai melanggar Pasal 187 a UU Pilkada. Dalam pasal itu disebutkan pemberi bantuan uang atau barang untuk mempengaruhi memilih atau tidak memilih.

“Ancamannya pidana minimal 3 tahun dan maksimal 6 tahun,” imbuhnya. Saat dikonfirmasi, ketua tim advokasi Kustini-Danang Maharsa, Petrus Kanisius Iwan Setyawan mengatakan, semua itu diluar sepengetahuan tim kampanye paslon 03. Menurutnya, tim tidak pernah menginstruksikan untuk memanfaatkan pembagian bansos sebagai media kampanye.

“Bahkan tim kampanye telah menginstruksikan masa tenang ini untuk mengawasi potensi terjadi politik uang di wilayah tempat tinggalnya masing-masing,” ujar Petrus.

Tinggalkan Balasan