Tim Abdimas UM Magelang Kembangkan Wisata Mandiri Energi

MAGELANG, SM Network – Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (Abdimas) Universitas Muhammadiyah Magelang (UM Magelang) berinisiatif mengembangkan wisata mandiri energi di Desa Gedangan, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali. Hal ini tak lepas dari potensi yang dimiliki desa tersebut dalam pengembangan energi baru dan terbarukan.

Ketua Tim Abdimas UM Magelang, Bagiyo Condro Purnomo ST MEng mengatakan, perkembangan ekonomi masyarakat Indonesia banyak terjadi di wilayah pedesaan. Hal tersebut karena potensi kekayaan alam yang dimiliki pedesaan sangat besar.

“Desa Gedangan misalnya, yang mempunyai potensi besar untuk pengembangan energi baru dan terbarukan. Potensi energi baru dan terbarukan tersebut dihasilkan dari aktivitas masyarakat dalam berternak sapi perah,” ujarnya dalam keterangan persnya, Minggu (28/6).

Dia menuturkan, dengan adanya potensi itu, timnya ingin mengembangkan wisata mandiri energi di desa tersebut. Sebagai awal kegiatan, pembangunan pondasi etalase desa dilakukan secara gotong royong bersama masyarakat Desa Gedangan pada Jumat (26/6) lalu.

“Pada Sabtu (27/6) kita mulai memasang genset dengan kapasitas 5000 W dan converter biogas mesin pencacah rumput yang menghasilkan tenaga 6,5 Hp. Pemasangan dilakukan di tiga lokasi, yakni ternak Sutar, Supomo, dan Wiyono yang kita dampingi bersama Andi Widiyanto,” katanya.

Bagiyo menjelaskan, setelah kegiatan pemasangan genset dan converter biogas mesin pencacah rumput, diadakan kegiatan sosialisasi. Sosialisasi ditujukan kepada karang taruna Tunas Harapan dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) berisi tentang potensi energi baru dan terbarukan yang dapat dikembangkan menjadi wisata mandiri energi.

Materi sosialisasi diisi oleh Moch Imron Rosyidi M Sc dan Lintang Muliawanti MA selaku dosen Ilmu Komunikasi di UM Magelang. Dalam sosialisasi, disampaikan bahwa, di Desa Gedangan memiliki potensi sebagai desa wisata edukasi dan ekonomi kreatif.

“Kegiatan bapak dan ibu sehari-hari dengan mengembangkan biogas adalah fenomena yang nantinya akan mendatangkan wisatawan untuk belajar dan berwisata. Terpenting tidak merubah keseharian aktivitas bapak dan ibu, dan bukan merubah desa, ini hanya sekedar menjadi objek wisata,” jelasnya.

Sosialisasi, imbuhnya, dihadiri oleh 17 Anggota Karang Taruna, 12 anggota Kelompok Wanita Tani, dan 4 anggota Pengurus Tani Makmur. Adapun pelatihan diadakan secara online, melalui platform Zoom Meeting, karena terbatasnya akses keluar masuk di desa selama masa pandemi.


Asef Amani

6 Komentar

  1. Like!! Great article post.Really thank you! Really Cool.

  2. Hi there, after reading this amazing paragraph i am as well delighted to share my knowledge here with friends.

  3. I used to be able to find good info from your blog posts.

  4. 594940 492552You created some decent points there. I looked on the net for any problem and identified most individuals goes in addition to with all your internet site. 598223

Tinggalkan Balasan