Tim 38 Advokat Monitor Pilkada di DIY


SLEMAN, SM Network – Pelaksanaan Pilkada 2020 tidak lepas dari sorotan para advokat. Dengan membentuk Tim 38 yang dideklarasikan pada Senin (23/11), kalangan pekerja profesional ini berkomitmen ikut mengawasi jalannya pesta demokrasi di DIY. Beberapa isu utama yang menjadi atensi tim ini antara lain penerapan protokol kesehatan, politik uang, dan netralitas PNS.

“Kami menginginkan Pemilu yang bersih. Hal itu bisa terwujud tidak hanya tergantung dari paslon tapi juga KPU, Bawaslu, dan pemerintah,” kata Koordinator Tim 38, Kamal Firdaus saat deklarasi di kawasan Jalan Damai, Ngaglik, Sleman, Senin (23/11).

Beberapa waktu lalu, dia pernah mengkritisi penyelenggaraan Pilkada di masa pandemi Covid-19 dan menyarankan supaya ditunda. Namun karena faktanya pelaksanaan Pilkada tetap berjalan, dia meminta masyarakat agar jeli terlebih DIY sudah masuk zona merah.

“Jangan pilih paslon yang tidak patuh protokol kesehatan,” tukas Kamal.

Pernyataan senada disampaikan Asman Semendawai yang juga selaku koordinator. Dia mengingatkan pada hari H nanti akan muncul potensi terjadinya kerumunan. Oleh karena itu, protokol kesehatan harus ditegakkan agar tidak timbul klaster Pilkada. Di lain hal, pihaknya menyoroti tentang penyelenggaraan Pilkada yang bersih.

“Kita para advokat peduli terhadap Pilkada bersih, dan tidak menginginkan hasil pemilihan dimenanhkan oleh paslon yang tidak fair,” ujarnya. Pembentukan tim ini sendiri adalah jawaban atas keresahan publik. Jika mendapati ada pelanggaran, masyarakat bisa lapor kepada tim.

Tinggalkan Balasan