SM/Agung PW: Rektor UAD Dr Muchlas MT menekan tombol mulainya masa PMB dengan semangat baru di tengah pandemi.

YOGYAKARTA, SM Network – Perkuliahan di semua kampus masih menggunakan sistem daring karena pandemi Covid-19 belum juga mereda.

Namun demikian Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta memberi izin tiga program studi profesi untuk melakukan tatap muka karena pertimbangan tertentu.

”Ada ketentuan dari organisasi profesi yang menyatakan harus ada pertemuan tatap muka yang tidak bisa digantikan dengan sistem daring,” tandas Rektor UAD Dr Muchlas MT di sela-sela peluncuran penerimaan mahasiswa baru tahun 2021 di kampus utama, kemarin.

Ia menjelaskan ketiga program studi yang diizinkan meggelar perkuliahan tatap muka yakni program studi apoteker, pendidikan guru dan dokter. Ada hal-hal tertentu yang mewajibkan mereka di program profesi tersebut untuk kuliah tatap muka.

Peserta pendidikan profesi diizinkan tatap muka sejak semester ganjil lalu dengan protokol kesehatan ketat. Rektor menambahkan untuk program studi yang lain sesuai dengan arahan satgas Covid-19 belum bisa melakukan tatap muka.

Seluruh kegiatan tetap secara daring kecuali praktik di laboratorium tertentu dan itu pun harus seizin satgas Covid-19. Mahasiswa Baru Mengenai penerimaan mahasiswa baru, Muchlas mengatakan masih menggunakan sistem daring.

Ada beberapa skenario penerimaan termasuk yang harus menjalani tes langsung diatur dengan menerapkan protokol kesehatan sangat ketat. Ketua Penerimaan Mahasiswa Baru UAD, Dr Wahyu Widyaningsih menambahkan pihaknya bekerja sama dengan bagian sistem informasi kampus untuk menggelar pengumuman, pendaftaran dan tes yang dimulai sejak 4 Januari sampai dengan 10 September 2021.

Ada beberapa jalur penerimaan antara lain PMDK berdasarkan rapor, jalur tes langsung dan komputer, serta beasiswa. Target tahun 2021 sebanyak 6.500 mahasiswa karena masih dalam situasi pandemi sehingga kampus perlu menyesuaikan dengan kondisi yang ada.