Tiga Perawat Diusir dari Kos, Begini Tindakan Walikota

SM Network – Tiga perawat RSUD Bung Karno pekan lalu diusir dari tempat kos di Grogol Sukoharjo. Ketiga perawat tersebut beserta barang-barangnya, kemudian dievakuasi RSUD Bung Karno menggunakan mobil ambulans, dan saat ini menempati Lantai 5 RSUD Bung Karno yang kebetulan masih kosong, kendati sudah ada empat warga Solo yang kini menawarkan rumahnya sebagai tempat singgah. Lantas bagaimana sikap Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo terkait peristiwa ini?

Tidak Terima

Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo tidak terima terhadap pengusiran tiga perawat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bung Karno dari tempat indekos di kawasan Grogol Sukoharjo, terkait pandemi Covid-19.
Bahkan Pemkot Solo mengirim kronologi peristiwa pengusiran tersebut ke Polres Sukoharjo, sebagai dasar penanganan lebih lanjut.

Polisikan Pemilik Kos

Walikota mengungkapkan, pengusiran itu bukan saja sebagai perlakuan tidak adil, tetapi juga tidak mencerminkan jiwa Pancasila. Karena itu, penanganan lebih lanjut atas peristiwa tersebut sepenuhnya diserahkan kepada Kepolisian. Diharapkan peristiwa tersebut bisa menjadi pelajaran untuk masyarakat agar tidak terulang kembali.
Terlebih, pengusiran itu justru dilakukan pemilik kos yang juga berprofesi sebagai tenaga medis.

Persatuan Bidan Indonesia Cabang Sukoharjo selaku induk organisasi profesi pemilik kos itu memang sudah mengirimkan permintaan maaf kepada Pemkot Solo sebagai pemilik RSUD Bung Karno, serta Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Cabang Solo.

“Permintaan maaf tersebut bersifat kelembagaan, dan secara personal perawat bersangkutan memiliki hak untuk melaporkan kasus itu ke pihak berwajib dan Pemkot Solo akan memberikan dukungan sepenuhnya,” tegas Rudyatmo.

Selain menawarkan tempat untuk rumah singgah tenaga medis, tambah Rudyatmo, ada pula institusi menawarkan tempat untuk mengkarantina para pemudik yang sementara ini disiapkan tiga tempat, masing-masing Graha Wisata Niaga, Ndalem Jojokusuman, dan Ndalem Priyosuhartan.  Untuk tempat karantina tak ada masalah, sebab Pemkot Solo juga masih memiliki gedung olahraga di sejumlah kelurahan, hanya saja anggarannya juga harus dipersiapkan.

Diperkirakan, jumlah pemudik yang akan memasuki Kota Solo dalam beberapa waktu ke depan akan meningkat. Pihak Kepolisian juga mulai mengaktifkan pos pemantauan di sejumlah titik pintu masuk Kota Solo. Begitu menemukan pemudik masuk Solo, langsung akan dikirim ke rumah karantina yang sementara ini
dipusatkan di Graha Wisata Niaga. 


SM Network/kr/Hut

Tinggalkan Balasan