PERKEMBANGAN COVID-19: Sekda Kota Magelang, Joko Budiyono didampingi Plt Kepala Dinkes dr Majid dan Sekretaris Dinkes Yis Romadon memberikan keterangan pers seputar perkembangan kasus Covid-19 di Kota Magelang.

MAGELANG – Tiga pasien dari Ijtima ulama di Gowa (klaster Gowa) asal Kota Magelang yang tadinya terkonfirmasi positif Covid-19 kini telah dinyatakan negatif. Ketiganya juga dinilai sembuh dan boleh kembali ke keluarga masing-masing setelah diisolasi di RSUD Budi Rahayu sekitar dua pekan.


Kabar baik ini disampaikan Sekda Kota Magelang, Joko Budiyono dalam jumpa pers di ruang sidang lantai 2 kantor Wali Kota Magelang, Jumat (8/5). Turut hadir Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Magelang dr Majid, Direktur RSU Budi Rahayu dr Ari Meliyanti, dan Sekretaris Dinkes Kota Magelang Yis Romadon. “Kabar gembira ini perlu kita sampaikan ke masyarakat agar menambah semangat untuk kita tetap disiplin dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini,” ujarnya.


Ketiga pasien yang dinyatakan negatif tersebut semuanya laki-laki, masing-masing berusia 47 tahun, 32 tahun, dan 40 tahun. Semuanya berasal dari Kecamatan Magelang Selatan dan merupakan peserta Ijtima ulama di Gowa Sulawesi Selatan.Mereka dirawat selama sekitar dua pekan sejak 7 April. Menurut dokter yang menangani, mereka awalnya OTG (orang tanpa gejala) tapi terkonfirmasi positif dan langsung isolasi di RSUD Budi Rahayu. Mereka menjalani tes swab (PCR) 3-5 kali sampai akhirnya dinyatakan negatif dan sembuh.


“Tes swab dilakukan berulang kali sampai akhirnya mereka sembuh. Kecepatan mereka sembuh berbeda-beda tergantung beberapa aspek, seperti imun tubuh,” kata Joko. Melihat sembuhnya pasien ini, ia optimis kasus virus Corona akan terus mengalami penurunan hingga ke titik nol. Ia pun meyakini prediksi sejumlah pihak bahwa pandemi akan berakhir di minggu ketiga bulan Juni.


“Kita optimis pandemi segera berakhir, apalagi trennya sekarang turun. Meski begitu, kami terus berupaya keras menangani virus ini. Kita siapkan tambahan tempat tidur di RSUD Tidar khususnya di komplek Dahlia yang lima lantai. Lalu penyelidikan epidemiologi (PE) terus ditingkatkan dan dorong masyarakat untuk disiplin,” jelasnya.

Plt Kepala Dinkes Kota Magelang, dr Majid menambahkan, data hingga Jumat (8/5) jam 18.00 terdapat 19 kasus positif dengan rincian 3 meninggal dunia, 3 sembuh, 2 pulang dipantau, dan 11 masih dirawat. Mayoritas merupakan peserta Ijtima ulama di Gowa sebanyak 13 kasus, yang satu di antaranya meninggal dunia dan 3 sembuh. “Khusus klaster Gowa, kami sempat kesulitan dan berjuang keras untuk membujuk mereka agar mau diisolasi di rumah sakit. Dengan perjuangan dan kesabaran akhirnya mau diisolasi dan 3 orang sekarang sudah sembuh,” jelasnya.

Mereka yang ada kaitan erat dengan klaster Gowa, kata Majid, langsung dites swab tanpa melalui rapid test. Hal ini membuat penanganan lebih cepat, karena hasil swab yang paling dipercaya dibanding rapid test. “Yang sekarang masih dirawat sebanyak 11 pasien semua sudah tes swab, tinggal menunggu hasilnya. Kami harap semuanya dinyatakan negatif,” tuturnya.


Asef Amani/Kim