Tiga Klaster Dominasi Sebaran Corona di DIY

YOGYAKARTA, SM Network – Jumlah pasien positif Covid-19 di DIY mencapai 104 orang. Kasus yang terkonfirmasi positif pada Jumat (1/5) ada sebanyak sembilan orang. Tambahan kasus positif ini teridentifikasi sebagai kasus 98 (laki-laki, 13 tahun, warga Kulon Progo), kasus 99 (perempuan, 49 tahun, warga Bantul), kasus 100 (laki-laki, 36 tahun, warga Bantul), kasus 101 (laki-laki, 32 tahun, warga Bantul), dan kasus 102 (perempuan, 59 tahun, warga Bantul)Tercatat pula kasus 103 (perempuan, 50 tahun, warga Bantul), kasus 104 (laki-laki, 79 tahun, warga Sleman), kasus 105 (perempuan, 67 tahun, warga Sleman), dan kasus 106 (laki-laki, 43 tahun, warga Bantul).

Adapun, jumlah pasien yang sembuh sebanyak 44 orang, sedangkan meninggal 7 orang.Dari 104 kasus positif itu telah dilakukan penyelidikan epidemiologi dan kontak tracing. Hasilnya, didapat tiga klaster besar penyebaran Covid-19 di DIY. Proporsi kasusnya mencapai kurang lebih 20 persen dari seluruh data pasien positif. Pakar epidemiologi dari UGM, dr Riris Andono Ahmad mengungkapkan, masing-masing klaster besar itu terkait dengan kegiatan keagamaan. Di Sleman dan Gunung Kidul terdapat klaster jamaah tabligh, sedangkan di Kota Yogyakarta muncul klaster Gereja Protestan Indonesia Barat (GPIB) Margomulyo.

“Klaster di Sleman dan Gunung Kidul berawal dari anggota jamaah tabligh yang baru pulang dari Jakarta. Sementara, klaster jemaat GPIB di Yogyakarta berasal dari rombongan yang baru pulang dari pertemuan Sinode di Kota Bogor pada bulan Maret,” papar pria yang akrab disapa Doni ini, Jumat (1/5).Lebih rinci dia menjelaskan, klaster di Sleman tersebar terutama melalui kegiatan pertemuan di tempat peribadatan.

Klaster ini telah mencapai generasi ketiga.Sedangkan klaster di Gunung Kidul disebarkan melalui kontak erat antar kasus, dan kini sudah menembus generasi kelima. Adapun, klaster jemaat GPIB yang terpusat di Yogyakarta penularannya terjadi karena ada kegiatan di dalam lingkungan gereja. Pertemuan di gereja ini dilaksanakan di tiga kabupaten/kota yakni Yogyakarta, Sleman, dan Bantul yang keseluruhan dihadiri 37 orang. 

“Dengan melihat adanya bukti penyebaran kasus yang disebabkan kegiatan perkumpulan, maka masyarakat diminta untuk tetap menjaga social distancing dan untuk sementara menghindari kegiatan yang bersifat kerumunan,” tutup Doni.


Amelia Hapsari

Tinggalkan Balasan