Tiga Candi Dibersihkan Dari Abu Vulkanik

MUNGKID, SM Network – Balai Konservasi Borobudur (BKB) lakukan pembersihan material abu vulkanik di Candi Borobudur, Pawon dan Mendut secara serentak, hal tersebut dilakukan guna melindungi batuan candi, Senin (22/6).

Kepala Bidang Konservasi BKB, Yudi Suhartono, mengatakan pembersihan dilakukan dengan cara manual menggunakan vakum dan alat semprot air, dimulai sekitar pukul 09.30 pagi. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 50 orang dikerahkan untuk proses pembersihan material abu vulkanik di tiga candi tersebut.

“Kemarin Gunung Merapi sempat erupsi, dan material abu vulkaniknya masih tergolong tipis yang sampai di Borobudur. Jadi menurut kami, belum perlu menutup batu candi dengan terpal. Karena sekitar jam 11.15 kemarin sudah mulai reda abunya,” jelasnya.

Yudi juga menjelaskan, bahwa tingkat keasaman yang terkandung didalam abu vulkanik tersebut mencapai angka PH 4-5.
“Abu itu kan sifatnya asam, PH nya 4 sampai 5 tadi sudah kita ukur di Borobudur. Kalau tidak segera dibersihkan, dia akan menjadi salah satu penyebab korosi atau pelapukan batu,” ujar Yudi.

Dirinya menjelaskan jika target untuk pembersihan kali ini akan berlangsung kurang lebih selama satu Minggu kedepan. “Kita pengennya cepet selesai, kalau ditaksir waktu ya kemungkinan satu minggu. Ungkap pria berkacamata tersebut.

Pembersihan Candi Borobudur sendiri, dimulai dari stupa induk di bagian atas kemudian secara bertahap akan turun hingga lantai dasar candi. Hal itu juga diberlakukan untuk pembersihan di Candi Pawon dan Mendut.

“Hari ini serentak, Borobudur, Pawon Dan Mendut. Kemarin sore kan sempet turun hujan ringan ya, sehingga malah justru membuat material abu vulkanik itu meresap kedalam batu, seperti bercak-bercak itu. Kalau hujan deras sekalian malah beruntung kita, jadi bisa bersih.” Tambahnya.

Saat disinggung kapan waktu dibukanya Zona 1 Candi Borobudur, Yudi mengatakan jika pihaknya akan menunggu keputusan resmi dari Ketua Tim Gugus Percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Magelang dalam hal ini adalah Bupati Magelang.

“Untuk kapan bukanya, kami menunggu keputusan resmi dari ketua Tim Gugus Tugas Kabupaten, Bupati. Nanti dari surat resmi tersebut akan kita sampaikan ke dirjen untuk ditindak lanjuti,” pungkasnya.


Dian Nurlita/ita

4 Komentar

  1. Like!! Really appreciate you sharing this blog post.Really thank you! Keep writing.

  2. Your site is very helpful. Many thanks for sharing!

Tinggalkan Balasan