SM/Dananjoyo : Kubah lava baru yang terbentuk di sisi barat daya puncak Gunung Merapi terlihat dari Gardu Pandang, Kaliurang, Pakem, Sleman, DI Yogyakarta, Minggu (10/1).

JOGJAKARTA, SM Network – Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta menyatakan fase erupsi Gunung Merapi terindikasi akan memiliki dua kubah lava. Selain di bagian tengah kawah, juga teramati ada kubah lava di sisi lereng sebelah barat daya.

Kepala BPPTKG Hanik Humaida mengatakan jika Merapi terkonfirmasi memiliki dua kubah lava dan semuanya berkembang, tentu potensi bahayanya meningkat.

“Misalnya kubah lava utama yang di bagian tengah tidak berkembang, maka potensi ancaman awan panas ke arah Kali Gendol juga kecil,” ujar Hanik, kemarin.

Menurutnya, yang jelas terlihat perkembangannya justru kubah lava di lereng barat yang luncuran awan panasnya mengarah Kali Krasak dengan jarak kurang dari satu kilometer.

“Ini jadi fenomena karena biasanya kubah lava saat Merapi erupsi hanya satu dan di bagian tengah,” terangnya.

Hanik juga menambahkan, BPPTKG masih belum bisa menghitung kepastian volumenya, karena volume kubah lava yang tampak berkembang saat ini, di bagian lereng barat, masih terlalu kecil.

“Karena posisi kubah lava baru ada di lereng, membuatnya tidak stabil. Begitu lava muncul maka kubah itu dalam sekejap langsung menjadi lava pijar,” tambahnya.

BPPTKG menyebut fenomena lava pijar akan terus mewarnai fase erupsi Gunung Merapi kali ini. Selama masih ada pergerakan magma dari dalam ke permukaan berarti ada lava pijar dan awan panas. Selain itu belum bisa diprediksi kapan klimaks dan berhenti.

Meski sudah memasuki fase erupsi awal dan meluncurkan 5 kali awan panas serta puluhan kali guguran lava pijar pada 1 hingga 9 Januari kemarin, status Gunung Merapi masih tetap Siaga dengan jarak aman 5 km.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here