SM/Dok

MAGELANG, SM Network – Dampak Pandemi Covid-19 memang telah menjalar ke segala lini, tanpa terkecuali para pekerja seni/seniman di Magelang. Kalau pemerintah terlalu memikirkan nasib pekerja informal seperti ojek online dan pelaku UMKM, tanpa disadari para pekerja seni juga begitu merasakan nestapanya.

Meski begitu, banyak dari mereka yang tetap berkreasi di aliran seni masing-masing. Namun, tak sedikit yang sejenak banting stir dengan menggeluti profesi lain seperti berjualan es, telur, kuliner, dan lainnya. Hal ini tak lain karena mereka sepi job atau tanpa pekerjaan sama sekali di bidang yang digeluti.

Atas dasar itu, sekelompok seniman Magelang kompak bersama mengikuti gelaran bertajuk “Konser di Rumah Aja”. Konser yang digagas oleh Novo Indarto ini memanfaatkan media sosial YouTube dan siap tayang pada Sabtu (9/5) malam nanti mulai pukul 20.00.

“Akan kita launching nanti malam di laman YouTube Ikasmansatama. Kita kerja sama dengan alumni SMA 1 Magelang untuk penayangan #konserdirumahaja ini,” ujar Novo saat dihubungi, Sabtu (9/5).

Novo yang juga produser konser ini menjelaskan, ada 17 seniman yang turut dalam proyek pertama ini. Antara lain Nurfuad (Lukis Batik), Poejiyanto (Sketsa) dengan karya “Stay at Home Menyelamatkan Kita”, Imz (Pantomim) “Anjuran-Anjuran Saat Covid-19”, Lapiezt Legiet “Get Well Soon World & Indonesia” (official), Swari Arizona “Berharap Tak Berpisah” (Cover), Tentramadhika “Rumah Kita” (Cover), Lyra de Blauw “Demi Raga Yang Lain” (Cover), Esty Barera (Puisi) “Pulang”, Munir Syalala (Musikalisasi Puisi) “Negeri Katulistiwa” dan “Aku Masih Sangat Hafal Nyanyian Itu”, Mansavoice “Jangan Rubah Takdirku” (Cover) dan “Terlalu Lama Sendiri” (Cover), Gepeng Nugroho (Monolog) “Wabah”, Angga Bleketepe “Jauh Dipandang Mata” (Official), Sanggar Tapak Liman Jogowisan dengan Peraga Eka Pradhaning, Sapto Murdiono, Muhammad Fahrudin, dan Surono, Nisa (Siaran Radio), Tiko C. Pamungkas (Performing Art) “Wolak-Walik Jagad”, dan terakhir Danu & The Last Winery / DNTLW “Relakan Cerita” (Official).

“Sambutan teman-teman seniman luar biasa. Mereka benar-benar merekam aksinya di rumah masing-masing dengan karya terbaru. Bahkan, ada mantan artis nasional asal Magelang, Swari Arizona yang ikut tampil. Dia putri dari budayawan Magelang, alm Soekimin yang shooting khusus di Jakarta untuk program kita ini,” katanya.

Dalam proses konser yang juga sekaligus aksi penggalangan dana ini, ia dibantu oleh Freddy Uwek sebagai editor dan montage. Kemudian didukung penuh oleh Ikasmansatama yang diketuai Agus Marsudi, suami dari Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

“Di konser perdana ini memang kita belum bisa secara live, karena masih belajar. Tapi, saya yakin semangat seniman Magelang Raya untuk ikut konser ini memberi kita harapan besar pada segera berakhirnya pandemi Covid-19 ini,” jelasnya.

Terkait donasi, Novo mengaku, hasil dari konser ini akan sepenuhnya disalurkan kepada para pekerja seni yang benar-benar membutuhkan, yang jumlahnya tak sedikit. Di masa pandemi ini, kenyataan miris melanda para seniman, bahkan ada yang sampai makan hanya dengan lauk garam saja.

“Ini jadi motivasi besar kami untuk konser secara daring dan menggalang dana untuk membantu para seniman yang membutuhkan. Kalau memungkinkan untuk masyarakat umum juga, tapi kami prioritaskan seniman,” paparnya yang menyebutkan durasi konser sekitar 1,5 jam dengan dipandu oleh MC Vinna Jenny.

Terpisah, seniman tari, Lyra de Blauw mengaku, antusias mengikuti konser daring ini. Salah satu alasannya karena prihatin dengan kondisi rekan-rekan seniman yang 100 persen bergantung pada pentas.

“Di tengah pandemi ini kita harus tetap berkreasi, dan saya menikmati prosesnya di rumah. Apalagi sekaligus untuk membantu sesama, jadi makin semangat. Ayo kawan-kawan bisa ikut berdonasi di konser ini,” ungkapnya.


Asef Amani

1 KOMENTAR