SM/Dananjoyo - Pelajar melintas di depan tembok pagar Stadion Kridosono yang roboh sebagian akibat hujan dan angin kencang pada Jumat (14/2) lalu, di Kotabaru, Yogyakarta, Selasa (18/2).

SLEMAN, SM Network – Siswa SD dan SMP di Kabupaten Sleman masih akan mengikuti proses belajar di rumah sampai dengan tanggal 28 April mendatang. Kebijakan selanjutnya akan ditentukan dengan melihat perkembangan kasus Covid-19.

Pembelajaran di rumah selama masa pandemi Covid-19 ini sesuai dengan surat edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud). “Kita sudah memulai pembelajaran jarak jauh sejak 23 Maret. Selanjutnya akan melihat situasi dan kondisi,” kata Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman Arif Haryono, Senin (20/4).

Sesuai kebijakan, pembelajaran untuk jenjang PAUD/TK formal maupun non formal ditiadakan. Sedangkan bagi siswa SD dan SMP, pembelajaran dilakukan melalui online. Pada jenjang SD, lanjut Arif, hanya sebagian kecil sekolah yang mampu menerapkan belajar secara daring.
“Pembelajaran daring berdasar evaluasi memang variatif. Ada yang lancar dan tidak, tergantung kekuatan internet di wilayah masing-masing,” ujarnya.

Dengan kondisi darurat saat ini, Arif mengaku tidak mungkin mencapai seluruh kurikulum terlebih pembelajaran hanya dilakukan lewat daring. Karena itu, dia mengingatkan kepada guru agar materi belajar di rumah yang disampaikan kepada siswa tidak hanya terkait tema atau mata pelajaran.

Namun lebih diarahkan untuk memberi pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa semisal penerapan pola hidup bersih dan sehat, serta tanpa dibebani tuntutan untuk menuntaskan seluruh capaian kurikulum.

“Hasil pekerjaan siswa tidak serta-merta disampaikan ke guru pada jam itu, tapi ada yang diberi kelonggaran sampai malam bahkan hari berikutnya. Situasional berdasar kondisi tiap sekolah,” kata Arif.

Sebelumnya, sekolah juga telah diinstruksikan agar orang tua membatasi aktivitas siswa di luar rumah. Awal-awal, masih ditemukan siswa yang bergerombol atau bermain di luar. Hal itu lantas menjadi bahan evaluasi agar orang tua ikut mengawasi, dan membatasi anak-anak agar tidak melakukan aktivitas di luar rumah.


Amelia Hapsari

1 KOMENTAR