Tenaga Pendidikan Terdampak Covid-19 Akan Dapat Santunan

WONOSOBO, SM Network – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonosobo jamin transparansi anggaran penanganan Covid-19 Kabupaten Wonosobo. Masyarakat dapat mengetahui detil anggaran penanganan Covid-19 yang disimpan di Bank BPD Cabang Wonosobo dengan rekening 1023010077 atas nama Gugus tugas covid-19 Wonosobo. ” Kami setiap dua minggu print out yang kemudian kami tempelkan di sekretariat gugus tugas covid-19 wonosobo. Apabila masyarakat ingin mengetahui secara detil maka bisa akses nomor rekening itu,” kata Kabag Kesra Pemkab Wonosobo Isnanto.

Hingga tanggal 23 Juli 2020, sumbangan dana yang berasal dari masyarakat peduli dan potongan gaji ASN sebanyak 2,5 persen tersebut terkumpul sebanyak Rp 1.513.157.00. Sedangkan total anggaran pengeluaran yang telah digunakan sebanyak kurang lebih Rp 300.000.000 yang digunakan untuk permohonan pemulangan santri yang ada di Lirboyo dan Tegalrejo, Jawa Timur dan Tegalrejo Magelang. ” Selebihnya digunakan untuk memberikan santunan kepada masyarakat yang terdampak. Atas perintah Sekda Wonosobo untuk diberikan dengan syarat-syarat dan ketentuan penerima bantuan,” ungkap Isnanto.

Tak hanya itu, lanjut Isnanto, diungkapkan bahwa Pemkab Wonosobo melalui gugus tugas covid-19 wonosobo juga memberikan santunan masyarakat wonosobo yang berada di perantauan. Seperti diketahui, masyarakat yang berada di Jakarta tidak diperbolehkan mudik ke kampung halaman dengan alasan penanganan corona, adanya hal itu Pemkab wonosobo memberikan jejaring sosial sebanyak Rp 200.000 kepada 67 masyarakat wonosobo yang ada. ” Masyarakat yang patuh kami berikan santunan selama tiga bulan melalui metode transfer,” katanya.

Guru Honorer

Ditegaskan Isnanto, selebihnya anggaran akan diberikan kepada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Wonosobo untuk selanjutknya akan diberikan santunan kepada tenaga pendidikan atau guru honorer yang terdampak covid-19 dan tidak mampu. Menurutnya, penyeleksian tenaga honorer ini akan benar-benar ketat. Pasalnya, di era pandemi corona ini diakui banyak masyarakat yang terdampak namun tidak semuanya mampu. ” Kemarin data dari Dinas Pendidikan sudah masuk ke kami, yaitu sebanyak 1.431 yang dianggap tidak mampu. Namun kami kembalikan lagi agar dilakukan verivikasi ulang,” Ungkap Kabag Kesra Isnanto.

Rencananya, setiap guru honorer yang terdampak tersebut akan diberikan santunan sebanyak Rp 400.000. Namun jumlah tersebut dapat berubah dan menyesuaikan total keseluruhan tenaga pendidikan yang berhak mendapatkan santunan. Untuk menjamin keseluruhan anggaran dapat tersalurkan langsung kepada tenaga pendidikan, metode yang akan digunakan akan menggunakan transfer. ” Ya, akan di transfer kepada penerima. Sehingga penerima dapat menggunakan santunan tersebut sesuai apa yang dibutuhkan,” ujar Isnanto.

Dikatakan isnanto, setelah seluruh santunan tersalurkan dan masih sisa anggaran, maka anggaran sisa tersbut akan diberikan kepada masyarakat yang terdampak. Prosesnya, masyarakat dapat mengajukan dengan alur permohonan dari kelurahan atau pemerintah desa, kecamatan atau seperti tahapan RTLH. Tenaga honorer diutamakan dengan alasan selama pandemi corona kurang lebih setengah tahun ini mereka tidak bisa mengajar, ditampah protokol kesehatan yang menghimbau untuk dirumah saja tanpa adanya pekerjaan. Sehingga tenaga honorer dianggap yang paling terdampak adanya pandemi corona ini. ” Pemerintah siap untuk memberikan, dari masyarakat untuk masyarakat selama ada perintah dari atasan. Dan benar-benar membutuhkan bantuan,” Unngkap Kabag Kesra Isnanto


M Nur Chakim/kim

Tinggalkan Balasan