Temui Bupati, Tiga Klub Ini Pastikan Bermarkas di Bantul

BANTUL, SM Network – Tiga kontestan Liga 1 musim 2020 dipastikan menggunakan Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul untuk menjadi home base mereka saat kompetisi dilanjutkan kembali, 1 Oktober mendatang. Bentuk keseriusan ketiga klub yakni Persija Jakarta, PSM Makassar dan Bali United dilakukan dengan mendatangi Bupati Bantul Suharsono siang tadi.

“Ini bentuk sowan kami dari Persija Jakarta ke Pak Suharsono selaku Bupati Bantul karena kami mau menggunakan stadion di sini sebagai kandang,” tutur Manajer Persija Bambang Pamungkas, usai bertemu dengan Bupati di Kantor Bupati Bantul, Selasa (4/8).

Menurut Bambang, Persija ‘mengungsi’ ke Bantul lantaran markas asli mereka di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta akan direnovasi untuk pergelaran Piala Dunia U-20 pada 2021 mendatang. Meski renovasi yang dilakukan tidak terlalu besar seperti venue lainnya yang sudah dipilih PSSI.

“Sebenarnya bukan kali ini saja Stadion Sultan Agung kami pergunakan, sudah berkali-kali. Ketika bertanding di sini, Persija sudah merasa nyaman dan mengenal lapangan dengan baik,” ungkap legenda hidup Persija dan Timnas Indonesia itu.

“Terkait rencana tim apakah akan berlatih di Jakarta atau di Bantul, itu masih menunggu keputusan yang dikeluarkan operator kompetisi terkait lanjutan liga seperti apa. Pemain dalam kondisi baik dan saat ini tetap berlatih secara mandiri. Begitu pula pemain asing dan pelatih yang masih di luar negeri. Kami tunggu keputusan resmi nanti seperti apa, baru kita bergerak,” sambung perwakilan manajemen Persija lainnya, Fritz Rudy.

Sebagaimana diketahui, SSA dipilih sebagai home base tiga klub Liga 1 2020 setelah PSSI dan operator kompetisi menetapkan tim luar Jawa untuk bermarkas di DIY karena kompetisi dipusatkan di Pulau Jawa. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir meminimalisir penularan Covid-19 karena mobilitas pun terbatas.

Selain Persija, dalam waktu berurutan, sowan juga perwakilan dari PSM Makassar dan Bali United. Media Officer PSM Makassar, Sulaiman Abdul Karim mengatakan, dipilihnya SSA sebagai home base lantaran dinilai representatif. Apalagi Tim Juku Eja juga kerap bermain di stadion itu dan meraih hasil positif.

“Sejak operator liga memutuskan klub luar Jawa untuk berhome base di Yogyakarta, manajemen PSM bergerak cepat untuk mencari home base. Kita tahu, SSA sudah memenuhi standar seperti penerangan serta segala fasilitasnya. Kalau sudah dapat izin, kami akan lapor ke operator liga karena ada lebih dari satu klub yang berkandang di SSA. Sehingga jadwal bisa diatur agar tidak tabrakan. Secepatnya kami juga menemui Kapolres Bantul,” papar Karim.

Adapun Sekretaris Umum Bali United, Michael Gerald, mengungkapkan alasan Serdadu Tridatu berkandang di SSA yakni lantaran secara geografis berada di bagian tengah Pulau Jawa sehingga memudahkan bagi tim ketika akan melokoni laga tandang.

“SSA sebagai home base, karena secara geografis berada di tengah, juga karena kemungkinan saat away kita menggunakan jalur darat atau bus, baik ke wilayah barat maupun timur. Jadi lebih mudah,” tambah Gerald.


Gading Persada

Tinggalkan Balasan