Temuan Bawaslu, Puluhan Rumah Belum Dicoklit

PURWOREJO, SM Network – Dalam proses pemutakhiran data pemilih, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Purworejo menemukan puluhan rumah belum dilakukan pencocokan dan penelitian (Coklit) meskipun tahapan Coklit data pemilih sudah berakhir 13 Agustus 2020 lalu.

Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga KPU Purworejo, Anik Ratnawati, mengungkapkan bahwa temuan tersebut didapatkan dari kegiatan audit yang dilakukan serempak seluruh pengawas pada 14 Agustus 2020 lalu.

Anik menyebut, dari hasil kegiatan audit tercatat masih ada 34 rumah yang belum didatangi petugas coklit. Selain itu, ada 17 rumah yang sudah didatangi petugas dan dilakukan coklit, tetapi berdasarkan keterangan pemilik rumah, petugas coklit tidak menggunakan alat pelindung diri (APD).

‚ÄúPadahal dalam aturannya bahwa semua petugas coklit harus menggunakan Alat Pelindung Diri yang sudah diberikan oleh KPU kepada PPDP (Petugas Pemutakhiran Data Pemilih),” kata Anik, Rabu (19/8).

Beberapa pemilik rumah yang diambil untuk sampling audit, lanjut Anik, juga terdapat perubahan elemen data pemilih. Bawaslu meminta perubahan elemen data tersebut sudah diperbaiki agar tidak salah lagi ketika sudah menjadi Daftar Pemilih Sementara (DPS). Selain itu, Anik mengungkapkan bahwa ada juga rumah yang tidak dipasang stiker sebagai bukti telah dicoklit.

“Ada berbagai alasan, seperti sudah dipasang tapi lepas, PPDP hanya menitipkan kepada tetangga, stiker tidak dipasang karena tuan rumah tidak berkenan, bahkan karena tidak ditempel langsung oleh PPDP akhirnya stiker hanya dibiarkan tergeletak,” tuturnya.

Anik menambahkan, temuan dari hasil audit sampling yang dilaksanakan oleh Pengawasn Kelurahan Desa (PKD) dengan mengambil sampel rumah yang tidak diawasi secara melekat saat dilaksanakan coklit oleh PPDP tersebut telah diteruskan oleh Bawaslu Kabupaten Purworejo.

Ketua Bawaslu Kabupaten Purworejo, Nur Kholiq, mengatakan catatan hasil pengawasan yang dilaksanakan oleh PKD dengan melaksanakan audit sampling tersebut segera ditindaklanjuti oleh KPU. “Bawaslu berharap Daftar Pemilih Sementara yang akan disusun dan ditetapkan KPU akan lebih valid dan tidak ada hak pilih yang belum terdaftar,” imbuhnya.


Panuju Triangga

Tinggalkan Balasan