Tempat Usaha Dituntut Terapkan Protokol Kesehatan

JOGJAKARTA, SM Network – Setelah sepekan terakhir fokus di penegakan aturan penggunaan masker di tempat umum, tim penegakan Satuan Polisi Pamong Praja Kota Yogyakarta akan memperluas penertiban pelaksanaan protokol kesehatan ke tempat usaha pada Oktober besok.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Yogyakarta Agus Winarto menyebutkan telah membagi tim dan regu untuk melakukan penertiban yang juga menyasar ke tempat usaha pada penertiban pelaksanaan protokol kesehatan tahap kedua pada Oktober.

“Karena keterbatasan jumlah personel dari Satuan Polisi Pamong Praja sehingga harus membagi tim dan regu untuk melakukan penertiban ke tempat usaha” jelasnya.

SM/Dananjoyo – USAHA : Pengunjung menikmati hidangan dan suasana pedesaan di salah satu wisata kuliner, di Sleman, DI Yogyakarta, kemarin.

Ia menyebutkan jumlah personel yang selama ini melakukan penertiban penggunaan masker di tempat umum sekitar 50 orang.

“Kami juga dibantu personel dari instansi lain, seperti TNI dan kepolisian,” terangnya.

Agus Winarto mengakui telah memiliki daftar tempat usaha mana saja yang dinilai melanggar protokol kesehatan yang selama ini telah ditetapkan.

“kami punya data tempat usaha yang berpotensi melanggar. Data ini kami peroleh dari personel wilayah yang rutin melakukan sapa warga mengingatkan penerapan protokol kesehatan sejak Juni,” urainya.

Pemilik usaha diminta untuk bertanggung jawab penuh jika tidak menjalankan protokol kesehatan dengan benar.

Sanksi yang akan diberikan adalah peringatan hingga tiga kali. Tempat usaha terancam ditutup jika tidak melakukan perbaikan,

Sejumlah protokol kesehatan yang wajib dijalankan oleh pelaku usaha, di antaranya tempat cuci tangan dengan sabun, memastikan bahwa kebutuhan air dan sabun selalu terpenuhi.

Agus menerangkan telah menyiapkan stiker yang akan ditempel di tempat usaha yang melanggar protokol kesehatan, sehingga bisa diketahui oleh masyarakat umum.

“Pemilik usaha juga harus memastikan pengunjung mengenakan masker dan memperhatikan kapasitas pengunjung, misalnya untuk restoran atau kafe adalah 50 persen, pungkasnya.

Tinggalkan Balasan