Temanggung Dikepung Banjir dan Puting Beliung

TEMANGGUNG, SM Network – Hujan lebat disertai angin kencang yang mengguyur sebagian wilayah di Kabupaten Temanggung mengakibatkan, bencana banjir. Selain itu, angin puting beliung juga memporak-porandakan permukiman warga. Kendati tidak ada korban jiwa, namun kejadian itu sempat membuat panik masyarakat.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulanga Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung, Djoko Prasetyono mengatakan, hujan lebat yang terjadi sejak siang hingga sore hari mengakibatkan banjir di Dusun Growo, Desa Danupayan, dan Jalan Raya Temanggung-Parakan, tepatnya di Dusun Depok, Desa Mondoretno, Kecamatan Bulu. Banjir sempat memacetkan arus lalu lintas di jalur penghubung kota-kota besar di Jawa Tengah ini.

“Kejadiannya hujan deras dengan intensitas tinggi mengakibatkan banjir di sejumlah lokasi, yakni di Pertigaan Dusun Growo Desa Danupayan dan Jalan Raya Temanggung-Parakan. Luapan air membeludak di jalan raya sehingga mengakibatkan arus lalu lintas tersendat karena takut terperosok. Lalu banjir juga terjadi di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Jurang, dari luapan air sungai hingga merusakkan dua rumah warga, milik Wahid, dan Ekrori,”ujarnya Rabu (11/3) malam.

RUSAK: Bangunan rusak diterjang angin puting beliung yang melanda Kecamatan Kedu dan Parakan, Rabu (11/3) petang.

Sementara itu, puting beliung melanda Dusun Kamal, Desa Kundisari, Kecamatan Kedu, hingga mengakibatkan 17 rumah warga rusak terutama di bagian atap. Antara lain rumah milik Iswandi, M Takwin, Yanto, Sugi, Muhdiri, Maskuri, Nutodin, Muhaimin, Ahmad Fauzan, Abidin, Waldi, Ahmad Basri, Sholikun, Asroni, Daryanto, Khadirun, dan Tri Makno. Selain di Kecamatan Kedu, puting beliung juga mengamuk di Lingkungan Coyudan Kelurahan Parakan Kauman, Kecamatan Parakan.

Setidaknya beberapa bangunan di Lingkungan Situk Coyudan RT 02 RW 16 dan RT 02 RW 12 terdampak angin ribut ini. Hempasan angin kencang merusakkan tiga bangunan, yaki Masjid Al Falah, Balai RW, dan Gedung Posyandu. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian ditaksir mencapai Rp 80 juta.

Lalu di Coyudan RT 02 RW 14 sembilan rumah warga rusak yang rata-rata pada bagian atapnya. Antara lain rumah milik Sugito, Gito, Jumadi, Yasmini, Juwarni, Tristiowati, Subardi, Rian, dan Supramono. Kerusakan material di sini diperkirakan mencapai Rp 14 juta.

“Masyarakat kami imbau untuk terus meningkatkan kewaspadaannya, sebab cuaca masih ekstrim. Selain hujan yang bisa mengakibatkan banjir juga angin ribut. Pada kejadian hari ini ada beberapa pohon yang tumbang karena terpaaan angin,”katanya.


Raditia Yoni A

Tinggalkan Balasan